Showing posts with label Budidaya. Show all posts
Showing posts with label Budidaya. Show all posts

Thursday, May 3, 2018

CARA MEMELIHARA IKAN PATIN

Pembesaran ikan Patin adalah kegiatan memelihara benih, hasil pembenihan hingga menjadi konsumsi. Pembesaran ikan Patin bukan hanya dapat dilakukan di kolam darat, tetapi juga di kolam jaring apung.

Kegiatan  pembesaran patin dibagi dalam beberapa tahap, yaitu penentuan lokasi, penebaran, pemberian pakan, pengelolaan rutin dan pemanenan.

Sebelum anda menentukan lokasi untuk melakukan budidaya patin, anda harus menentukan system atau model yang akan anda gunakan untuk budidaya pati. Apakah anda memilih system karamba, fence (pagar) atau kolam ?

Perbedaan antara system karamba dan pagar sebagai berikut.

Keramba adalah kolam ikan yang rangkaiannya terbuat dari kayu dan bambu, keramba berbentuk kotak ukuran 4m x 2m x 1,5m dan pada tutupnya dibuat lubang untuk pemberian makan dan pengontrolan ikan. Serta pada bagian dalam keramba ditambahkan jaring dengan ukuran benih ikan, ini berfungsi sebagai penampung ikan agar tidak lepas. Penempatan keramba yaitu 2/3 di dalam air dan sisanya di atas permukaan air, oleh karena itu pemilik keramba biasanya sering meletakan keramba di pinggir sungai yang alirannya tidak deras.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan karamba terdiri dari.
- Balok kayu, berfungsi sebagai rangka dan
- Bambu sebagai dinding dan penutup yang diikatkan
Dengan tali nilon pada rangka kayu. Bentuk karamba adalah kotak segi empat yang pada bagian bawahnya terbuka dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1,5 meter. Penempatan karamba adalah 2/3 di dalam air dan 1/3 di atas permukaan air. Pada bagian tengah penutup keramba dibuat lubang terbuka berukuran 0,5 x 0,5 meter yang berfungsi sebagai tempat pemberian pakan dan pengontrolan ikan.

Karamba dari bambu

Karamba ditempatkan di pinggir sungai secara berkelompok dan setiap kelompok terdapat 20 - 40 karamba. Penempatannya dengan cara berpasangan dan diantara pasangan karamba ditempatkan bambu bulat yang berfungsi sebagai tempat pengikat, sekaligus sebagai pelampung karamba. Di antara tiap karamba dibuat jalan penghubung dari papan kayu. Kedua ujung bambu tersebut diikat pada tiang yang ditancapkan kedasar sungai sebagai penahan agar karamba tidak terbawa arus air sungai. Untuk setiap kelompok, di atas bambu pelampung dibuat pondok ukuran 1,5 x 1,5 x 1,5 meter sebagai tempat berteduh bagi petugas yang jaga di malam hari. Rangka pondok terbuat dari bambu dan kayu, lantai dari bambu dan atap dari daun rumbia atau nipah.

Di bagian dalam karamba dimasukkan jaring yang diikat pada dinding karamba, sebagai wadah penampung ikan patin yang dipelihara. Ukuran mata jaringnya lebih kecil dari ukuran benih ikan patin yang ditebar.

Budidaya Patin system Karamba

Adapun sistem fence yaitu budidaya ikan yang sekelilingnya dibatasi dengan pagar. Biasanya  ukuran fence adalah 5 m x 12 m x 5 m untuk setiap unitnya. Selain itu untuk menjalankan sistem ini dibutuhkan pondok untuk menjaga kolam fence, serta perahu dan jembatan penghubung antar fence untuk mempermudah proses pengontrolan ikan.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat fence, yaitu sebagai berikut.
- Bambu bulat ukuran panjang 11 meter;
- Bambu anyaman yang terdiri dari 2 macam ukuran yaitu ukuran panjang 5 meter dan tinggi 3 - 4 meter dan ukuran panjang 5 meter dan tinggi 1,5 - 2 meter; bambu anyaman ukuran 5 x 3 meter berfungsi sebagai pagar bagian bawah (dalam air) dan bambu ukuran 5 x 2 meter berfungsi sebagai pagar bagian atas yang diikat dengan nilon atau tali plastik pada masing-masing tiang pancang.
- Kayu pelawan ukuran panjang 6 - 7 meter berfungsi sebagai tiang yang ditancapkan ke dalam dasar sungai dengan jarak antara 30 - 50 cm.
- Tali nilon ukuran 4 mm atau tali plastik (trapping band).

Rancangan tinggi harus memperhitungkan tinggi air pada musim hujan, untuk menghindari kemungkinan air di dalam fence melebihi tinggi pagar. Apabila banjir, bambu anyaman bagian atas dapat ditambah lagi.

Untuk setiap unit fence, di atasnya dibuat pondok (rumah jaga) berukuran 1,5 - 1,5 meter, tempat berlindung orang atau petugas pada waktu jaga di malam hari. Rangka pondok terbuat dari bambu dan kayu, lantai dan dindingnya terbuat dari bambu atau papan dan atap dari rumbia atau daun nipan. Selain pondok, dibuatkan jembatan bambu sebagai jalan penghubung untuk mengontron atau memberi makan ikan. Setiap unit fence dilengkapi perahu dari kayu sebagai alat transportasi.

Budidaya Patin system fence

Apabila anda memilih budidaya ikan menggunakan kolam, sesungguhnya ikan patin tidak selalu memilih jenis kolam tertentu. Ikan ini dapat dipelihara dan tetap bisa tumbuh dengan baik diberbagai jenis kolam. Kolam pembesaran patin adalah tempat untuk memelihara benih dari kolam pendederan hingga menjadi ikan konsumsi. Kolam tersebut berukuran 200 - 500 m2. Kolam pembesaran tersebut memiliki 5 bagian penting, yaitu pematang, pintu pemasukan, pintu pengeluaran, kemalir dan kobakan.

A. Pematang
Pematang dibuat sekeliling kolam dengan ketinggian antara 80 - 100 cm. Bagian tersebut dibuat miring ke dalam dan keluar kolam, dengan lebar bagian atas minimal 40 cm dan lebar bagian bawah minimal 80 cm. Pematang tersebut harus kuat agar bisa menahan volume air yang besar. Pematang juga tidak boleh bocor agar air kolam bisa dipertahankan.

Cara pembuatannya dilakukan sebagai berikut :
- Sisi pematang dibuat miring demgan perbandingan 1:1 atau 1:1,5 artinya perbandingan antara sisi tegak dengan sisi mendatarnya adalah 1:1 atau 1:1,5.

Bentuk dan ukuran perbandingan pematang kolam

- Tinggi pematang disesuaikan dengan luas kolam. Pematang harus lebih tinggi dari permukaan air di kolam. Kolam dengan luas 2000 m2 mempunyai tinggi pematang yang muncul di permukaan air cukup 30 cm. Kolam yang luasnya 4000 m2, sebaiknya tinggi pematang yang timbul di permukaan air adalah 50 cm.
- Lebar pematang bagian atas dapat dibuat sama dengan tinggi pematang tetapi tidak boleh kurang dari 1 meter agar tidak mudah hancur.
- Sebaiknya pada pematang kolam ditanam pohon-pohonan atau sayur-sayuran untuk menghindari terjadinya erosi. Tanaman ini dapat berfungsi juga sebagai peneduh bagi ikan di siang haei dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tanaman yang umum digunakan adalah lamtorogung, turi, ketela pohon dan berbagai jenis sayur-sayuran.

B. Pintu pemasukan
Pintu pemasukan dibuat dekat saluran pemasukan dengan pipa paralon berdiameter 4 inch. Bagian itu tidak boleh menyentuh permukaan air untuk menjaga agar ikan tidak keluar. Jarak antara pintu pemasukan dengan permukaan air minimal 20 cm. Selain untuk menjaga agar ikan tidak keluar, tingginya bagian ini bertujuan agar selalu terjadi difusi oksigen dalam kolam. Cara pembuatan pintu air adalah aebagai berikut :



- Pintu pemasukan dan pengeluaran air dibuat dari bambu atau pipa paralon yang ditanam pada pematang kolam.
- Diameter bambu atau pipa paralon disesuaikan dengan debit air.
- Pintu pengeluaran air terdiri dari dua bagian yaitu pertama pintu pengeluaran yang terletak sejajar dengan dasar kamalie. Pintu ini berfungsi untuk mengeringkan kolam pada saat panen. Bagian kedua merupakan pintu air yang terletak di sebelah atas dari bagian pertama. Pintu pengeluaran ini berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air yang berasal dari pintu pemasukan air atau dari air hujan. Jarak antara kedua pintu pengeluaran ini harus ditentukan dengan tepat sebab jarak ini akan menentukan kedalaman air.

Sketsa Pintu pemasukan dan 
Pintu pengeluaran

- pintu pemasukan air cukup satu bagian saja dan harus terletak lebih tinggi daripada pintu pengeluaran bagian kedua. Perbedaan ketinggian ini dimaksudkan untuk mencegah agar air dalam kolam tidak mengalir kembali keluar.
- Sebaiknya pada pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air dilengkapi dengan saringan yang terbuat dari bambu atau anyaman kawat untuk mencegah masuknya ikan lain ke dalam kolam atau lolosnya ikan dari kolam.

C. Pintu Pengeluaran
Pintu Pengeluaran air dibuat dekat saluran pembuangan. Letaknya pada lebar kolam, lurus dengan lubang pemasukan. Tujuannya agar bisa tersebar merata pada seluruh bagian kolam.

Pintu keluar air kolam

Lubang pengeluaran sebaiknya dibuat dari beton, dengan sistem monik, salah satu bentuk pintu pengeluaran yang paling praktis.

D. Kemalir
Kemalir dibuat di dasar kolam dengan lebar antara 40 - 50 cm dan tinggi 10 - 20 cm. Arahnya memanjang dari pintu pemasukan ke arah pintu pengeluaran. Fungsi utama kemalir adalah sebagai tempat berkumpulnya ikan saat panen, sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan. Fungsi lain dari kemalir adalah untuk mempermudah penangkapan ikan saat panen. Kemalir ini dapat menjadi tempat berkumpulnya ikan pada saat panen dan berfungsi sebagai hama, bahaya kekeringan, atau sengatan matahari.


E. Kobakan
Bagian penting dari kolam pembesaran Patin adalah kobakan. Bagian tersebut dibuat di dasar kolam, tepat di depan pintu pengeluaran, dengan panjang 1,5 - 2 m, lebar 1 - 1,5 m dan tinggi 20 - 30 cm. Fungsi utama kobakan adalah sebagai sebagai tempat berkumpulnya ikan saat panen, sehingga memudahkan dalam penangkapan.

Apabila anda menggunakan kolam, anda dapat menggunakan system monokultur atau polikultur. Kolam system monokultur adalah satu kolam digunakan untuk memelihara satu macam ikan. Biasanya srbuah kolam yang hanya memelihara satu jenis ikan saja, ikan tersebut tidak akan berhasil memanfaatkan seluruh organisme makanan alamiah yang terdapat di dalam kolam. Salah satu alternatif pemecahan terhadap masalah penggunaan makanan alamiah di kolam adalah pengembangan suatu metode budidaya ikan yang dikenal dengan istilah sistem polikultur.

Menurut systrm polikultur ini pada satu kolam dipelihara berbagai jenis ikan yang membutuhkan jenis makanan berbeda sehingga setiap jenis ikan tidak akan bersaing dalam mencari makanan. Sistem ini ternyata mampu meningkatkan produksi ikan menjadi lebih tinggi dari pada produksi ikan dari kolam dengan satu jenis ikan saja (monokultur).

Salah satu masalah yang dihadapi sistem polikultur adalah penentuan kombinasi jenis ikan yang paling efektis dalam memanfaatkan makanan alamiah yang tersedia di kolam. Selain dapat memanfaatkan makanan yang berbentuk alamiah di kolam secara efektif, tentu saja kombinasi jenis ikan tersebut harus dapat hidup bersama tanpa menimbulkan persaingan untuk mendapatkan makanan atau ruang gerak. 




Wednesday, May 2, 2018

SYARAT LOKASI MEMBUAT KOLAM IKAN PATIN

Dalam usaha budidaya patin persyaratan lokasi yang harus dipenuhi untuk mencapai produksi yang menguntungkan meliputi sumber air, kualitas air dan tanah serta kuantitas air.

Sumber air :
Sumber air dapat berasal dari saluran irigasi tekhnis, sungai atau air tanah yang berasal dari sumur biasa atau pompa. Pembesaran ikan patin tidak memerlukan sumber air yang senantiasa mengalir sepanjang waktu, namun untuk pembenihan kondisi airnya harus bersih.

Kuantitas air :

Kuantitas air yang kurang baik dapat menyebabkan ikan mudah terserang penyakit. Kualitas air meliputi sifat kimia air dan sifat fisika air. Sifat kimia air adalah kandungan oksigen (O2), karbondioksida (CO2), PH, zat-zat beracun dan kekurangan air. Sedangkan sifat fisika air adalah suhu, kekeruhan dan warna. Ikan patin termasuk salah satu jenis ikan yang tahan terhadap kekurangan oksigen ikan patin dapat mengambil oksigen dari udara. Pada usaha budidaya intensif kandungan oksigen yang perlukan adalah minimal 4 mg/liter air, sedangkan kandungan karbondioksida kurang dari 5 mg/liter air. Alat yang digunakan untuk mengukur kandungan oksigen dan karbondioksida adalah water quality test kit atau alat pengukur kualitas air. Nilai pH (puisanche of the H) yang normal bagi kehidupan ikan patin adalah 7 (skala pH 1-14), namun karena pH air meningkat pada siang hari dan menurun pada malam hari akibat berlangsungnya fotosintesa maka derajat keasaman yang baik untuk ikan patin adalah antara 5-9.

Alat yang digunakan untuk mengukur keasaman air adalah kertas lakmus. Zat beracun yang berbahaya bagi kehidupan ikan patin adalah amoniak, yaitu amoniak bukan ion (NH3) dan amonium (NH4) yang biasanya muncul apabila fitoplankton banyak yang mati yang diikuti dengan penurunan pH karena kandungan karbondioksida meningkat. Batas konsentrasi kandungan amoniak yang dapat mematikan kehidupan ikan patin adalah antara 0,1 - 0,3 mg/liter air. Kekeruhan dapat mempengaruhi cahaya matahari yang masuk ke dalam air. Kekeruhan disebabkan karena berbagai partikel seperti lumpur, bahan organik, sampah atau plankton. Kekeruhan yang baik adalah disebabkan oleh plankton. Alat yang digunakan untuk mengukur kekeruhan air adalah sechi disk. Kategori kekeruhan air adalah sebagai berikut :
Kedalaman air (cm) kesimpulan
1. 1 - 25 air keruh dapat disebabkan oleh plankton dan partikel tanah.
2. 25 - 50 optimal (plankton cukup)
3. 50 jernih (plankton sedikit)

Kualitas air :
Debit air yang dibutuhkan untuk pemeliharaan ikan patin berbeda-beda untuk budidaya pembenihan, pendederan dan pembesaran. Pengetahuan tentang debit air akan memberikan keuntungan karena dapat mengoptimalkan penggunaan air. Ada 2 cara pengukuran debit air, yaitu secara langsung dengan meletakkan ember di pintu air yang masuk dan secara tidak langsung pada saluran air yang masuk ke kompleks perkolaman. Rumus pengukuran debit air secara langsung adalah volume air dibagi waktu (menit/detik), sedangkan secara tidak langsung adalah (lebar saluran x kedalaman air x panjang saluran) dibagi waktu.

Tanah :
Tanah yang cocok untuk budidaya ikan patin adalah tanah liat atau lempung berpasir dan tidak poreus. Jenis tanah ini dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat dinding kolam atau pematang.

Tanah liat atau lempung

Jenis tanah lain yang juga cocok untuk pemeliharaan ikan patin adalah tanah terapan, tanah berfraksi kasar dan tanah berpasir.

Oleh karena itu, apabila anda memilih salah satu system antara karamba atau fence maka karamba dan fence tersebut juga harus memenuhi prasyarat lokasi tersebut sebagai berikut :

Budidaya ikan patin sistem karamba dapat dilakukakan di danau, situ, atau sungai dengan mempertimbangkan faktor tekhnis dan sosial ekonomi. Penempatan karamba di perairan umum dianjurkan di jalur arus horisontal, di daerah muara, karena pasokan air cukup dan kandungan oksigen terlarut juga tinggi. Selain itu pergerakan air dapat membantu menghanyutkan sisa-sisa kotoran dan bahan organik. Penempatan fence sebaiknya di rawa-rawa atau pinggir sungai. Penempatan karamba dan fence di perairan luas dan terbuka sebaiknya dihindari, karena pengaruh gelombang dan tiupan angin kencang dapat mengancam kemanannya. Kedalaman karamba atau fence pada air yang mengalir minimal 3 meter dan pada air yang tidak mengalir minimal 5 meter. Kriteria kualitas air budidaya ikan patin di jaring apung adalah sebagai berikut :

Kriteria kualitas air

Tuesday, May 1, 2018

MAKANAN IKAN GURAME

Pakan Ikan Gurami

Memelihara ikan gurami gampang gampang susah. gampangnya adalah makanan yang kita berikan mudah kita dapatkan. Sedangkan susahnya adalah dari segi perawatan. Kita harus mempunyai kemauan yang keras dan telaten dan satu lagi kita harus cukup mempunyai pengetahuan tentang Ikan Gurami khususnya dalam pemberian makanan. kalian tidak perlu khawatir karena di sini kalian bisa mengetahui jenis makanan apa saja yang bisa kita berikan sehingga ikan gurami akan sehat atau tidak sakit sakitan.

Gurami adalah makhluk vegetarian yang hanya mau menyantap makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai herbivora. Mungkin dari kebiasaan makannya yang hanya berasal dari bahan-bahan nabati inilahpertumbuhan badan gurami berjalan lambat. Seperti yang kita tahu kandungan gizi (protein dan sebagainya) dalam makanan initidak begitu banyak dibandingkan bahan pangan hewani misalnya. Namun bisa juga pertumbuhan gurami lambat karena memang sitem metabolisme di dalam tubuhnya berjalan lambat.

Makanan yang sering disikat oleh gurami remaja dan induk adalah
1. Daun Keladi
2. Ketela Pohon
3. Pepaya
4. Ketimun
5. Genjer
6. Kimpul
7. Kangkung
8. Ubi Jalar
9. labu

Meskipun berbagai daun-daunan ini bisa diberikan kepada remaja dan induk gurami, namun ada beberapa di antaranya yang perlu mendapat perhatian. Daun pepaya, konon menurut petani gurami tidak baik bagi induk karena bisa merusak kantung telur sehingga sering manggagalkan pemijahan ikan gepeng ini. Berbeda dengan daun ubi jalar yang juga kurang bagus bagi induk karena kandungan proteinnya yang rendah, sehingga induk-induk yang banyak diberi daun ini menjadi kurang produktif.

Konon yang paling bagus untuk makanan induk dan Remaja adalah daun keladi. Namun daun ini tidak boleh langsung diberikan kepada ikan. harus dikeringkan (dilayukan) dahulu agar getahnya yang sering menyebabkan kawanan gurami terserang penyakit cacar, kering, Pengalaman di lapangan menunjukkan berapa banyak pun daun keladi ini diumpankan ke kolam gurami, maka dalam waktu singkat akan disantapnya hingga tinbggal tulang-tulang (daunnya) saja.

Mjungkin yimbul pertanyaan kemudian, apakah benih-benih gurami yang masih kecil dan roingkih itu juga menyantap dedadunan? Akan halnya benih-benih gurami, menurut para ahli ikan Gurami pada awalnya larva Gurami (yang telah habis kuning telurnya) akan memakan Infusoria dan Rotifera, yaitu jasad renik yang bisa diperoleh di perairan umum atau mengkulturnya di kolam. Setelah berumur beberapa hari, benih akan mengincar larva insekta telur semut, rayap, crustacea. Sejalan dengan pertumbuhan badannya, mereka mulai tertarik pada tumbuhan pada tumbuhan air yang lunak. Baru setelah itu mulailah fase hidupnya sebagai vegetarian.

Tetapi bila kita menganggap gurami sebagai vegetarian sejati mungkin kurang tepat, sebab bila ke dalam kolam dimasukkan rayap dan telur semut mereka akan segera berebut, dan mereka pun mau menyantap makanan tambahan seperti dedak, ampas tahu dan berbagai bungkil.

Monday, April 30, 2018

CARA BERTERNAK IKAN PATIN

Cara Budidaya Ikan Patin

Kebutuhan masyarakat akan ikan semakin meningkat. Oleh karena itu, sangat wajar jika usaha perikanan air tawar harus dipacu untuk dikembangkan. Usaha budidaya dibidang perikanan air tawar memiliki prospek yang sangat baik karena sampai saat ini ikan konsumsi, baik berupa ikan segar maupun bentuk olahan, masih belum mencukupi kebutuhan konsumen sebagai contoh ikan patin. Ikan patin merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki peluang ekonomi untuk dibudidayakan. Budia daya ikan paton masih perlu diperluas lagi, karena pemenuhan atas permuntaan ikan patin masing-masing kurang.

Saai ini ikan patin menjadi salah satu komoditas unggulan di bidang perikanan. Ikan air tawar yang memiliki warna putih keabu-abuan ini, memiliki cita rasa yang khas dan mengandung protein cukup tinggi. Ikan patin disukai banyak orang karena dagingnya yang lembut dan rasanya yang khas digemari oleh masyarakat luas. Biasanya ikan patin untuk dikonsumsi segar maupun dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan pempem, nugget, dan produk olahan perikanan lainnya. Daging ikan patin memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat, dan gurih. Ikan patin dinilain lebih aman untuk kesehatan larena kadar kolesterolnya rendah dibandingkan dengan daging ternak. Protein daging ikan patin cukup tinggi yaitu 17%. Daging ikan patin tebal dan tidak banyak duri, dan berat ikan rendemennya dapat mencapai sekitar 50-50%.

Ikan patin tidak memiliki sisi dan tergolong dalam kelompok catfish. Ada yang menyebut ikan patin denfan lele Bangkok. Di beberapa daerah ikan patin memiliki nama yang berbeda-beda diantara lain ikan Jambal, ikan Juara, Lancang dan Sodarin.

Tekhnik budidaya ikan patin sebenarnya relatif mudah, sehingga tidak perlu ragu jika berminat menekuni budidaya ikan patin. Pada awalnya pemenuhan kebutuhan ikan patin hanya mengandaljan penangkapan dari sungai, rawa atau danau sebagai habitat asli ikan patin. Seirinf dengan meningkatnya permintaan dan diminati masyarakat, ikan patin mulau dibudidayakan di kolam, keramba maupun bak dari semen. Permintaan ikan patin yang terua meningkat memberikan peluang usaha bagi setiap orang untuk menekuni usaha dibidang budidaya ikan patin ini. Dengan permintaan yang demikian meningkat jelas tidak mungkin mengandalkan tangkapan alam, tetapu perlu budidaya ikan patin secara lebih intensif.

Budidaya ikan patin banyak dipilih para pelaku bisnis, karena masa pemeliharaannya lebih cepat dibandingkan dengan budidaya lainnya. Sehingga biaya produksinya juga tidak terlalu tinggi.

Kebutuhan pakan yang dibutuhkan untuk budidaya patin juga terbilang cukup mudah. Untuk burayak patin bisa diberi pakan artemia, sedangkan untuk ikan yang lebih besar bisa diberi pakan cacing sutera.

Sementara untuk meningkatkan gizi indukan ikan patin, bisa ditambahkan pakan berupa daging keong yang dicampur dengan vitamin E dan minyak jagung. Keong juga sering digunakan sebagai pakan alternatif, terurama di bulan paceklik pakan. Namun disamping untuk mengurangi biaya produksi, campuran tersebut juga berfungsi merangsang induk untuk bertelur.

Perawatan budidaya ikan patin terbilang lebih mudah dibandingkan budidaya lele, bahkan pakan ikan patin dapat memanfaatkan limbah rumah tangga yang tidak mengandung minyak. Disamping itu kemampuan ikan patin untuk berproduksi juga cukup tinggi, seekor induk yang subur dapat bertelur 200.000 butir telur awtiap 6 bulan sekali.

Dalam menjalankan bisnis budidaya ikan patin, yang sering menjadi kendala adalah munculnya jamur dan bakteri yang menyebabkan turunnya kualitas ikan. Biasanya untuk mencegahnya para petani patin menjaga sanitasi air, dan mengurangi pemberian pakan yang terlalu banyak.

Selain itu suhu yang terlalu dingin juga mempengaruhi buruk bagi perkembangan telur patin. Oleh karena itu para petani memasang heater atau penyimpanan aquarium inkubasi di dalan ruangan agar terhindar dari suhu ekatrim. Sedangkan bagi ikan patin yang sudah cukup besar, kendalanya adalah persediaan pakan cacing sutera yang masih kurang. Pasokan cacing sutera tidak rutin karena belum bisa dikembangbiakan, sehingga tergantung hasil penangkapan dari alam. Untuk mengatasinya, petani ikan patin mengganti pakan dengan limbah peternakan berupa usus ayam.

Strategi pemasaran yang bisa dilakukan para pembudidaya ikan patin, yaitu dengan membedakan target pasar. Pemasaran ini dilakukan dengan menjual ikan patin berdasarkan umurnya. Misalnya untuk keperluan pemasok benih, ikan patin bisa dijual ketika berusia 20 hingga 50 hari. Untuk kebutuhan konsumsi, ikan patin dijual saat berusia 7 bulan. Sedangkan untuk permintaan indukan, ikan patin biasa dijual setelah berusia 2 tahun. Dengan membedakan target pasar masin-masing, menjadikan strategi pemasaran ini cukup efektif, karena dapat menjangkau tiga jenis konsumen sekaligus.

Promosi selanjutnya dapat dilakukakn dengan pemasaran melalui mulut ke mulut, demgan promosi tersebut informasi mengenai keberadaan usaha anda dapat tersebar luas. Menjalin kerjasama dengan pedagang ikan segar di pasar, serta pelaku bisnis makanan seafood juga bisa dilakukan untuk membantu pemasaran ilan patin usia konsumsi.

CARA MEMPERCEPAT PEMOLTINGAN

Selama peliharaan pembudidayaan akan memonitor kepitingnya setiap 2-3 jam sekali selama 24 jam. Bila kepiting milting dan tidak diangkat dari air maka dua jam kemudian kepiting sudah akan mengeras kembali. Akibatnya nilai jual kepiting tersebut menurun. Periode pemeliharaan yang lama dan waktu molting yang tidak bersamaan merupakan masalah utama dalam produksi kepiting lunak. Molting dapat terjadi pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Periode pemeliharaan yang lama menyebabkan biaya pakan dan biaya operasional lainnya menjadi besar. Sedangkan molting yang tidak bersamaan menyebabkan pengawasan harus dilakukan sangat ketat sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan cukup banyak dengan waktu kerja yang panjang.

Untuk mengatasi masalah tersebut, beberapa petani melakukan mutilasi atau meninggalkan kaki-kaki kepiting. Tujuannya agar proses regenerasi anggota gerak yang hilang akan dipercepat secara alami melalui molting. Tekhnik ini mampu mempercepat kepiting molting. Menurut penelitian diketahui bahwa hormon molting ini meningkat drastis menjelang molting. Dengan demikian diduga bahwa penambahan hormon molting oksigen dapat meningkatkan kadar hormon molting dalam darah sehingga molting akan terinduksi.

Pematahan capit dan kaki jalan kepiting bakau bertujuan untuk menghindari kepiting keluar dari keranjang dan menghindari kepiting saling memangsa. Pematahan capit dan kaki jalan tersebut bertujuan juga untuk merangsang kepiting agar lebih cepat mengalami proses pertumbuhan dan ganti kulit. Sebelum dilakukan pemotongan kaki, terlebih dahulu kepiting disiram dengan air asin untuk mempermudah pelepasan pangkal capit dam pangkal kaki secara utuh dan sempurna tanpa merusak morfologi tubuh kepiting.


Tekhnik pemoltingan kepiting lunak yang ke dua dapat dilakukan dengan cara memotong kaki jalan dan ujung capit. Hal ini bertujuan agar kepiting tidak bisa menggigit dan keluar dari kurungan. Metode ini dinamakan metode popey karena saat pemoltingan capit kelihatan besar dan menarik. Dengan demukuan, harga kepiting ini lebih mahal dibanding menggunakan metode biasa. Lama masa pemeliharaan kepiting cangkang lunak dengan metode prmatahan capit yaitu 15-20 hari. Pada hari ke-6 kaki kepiting terbentuk terus tumbuh mengikuti perkembangan tubuhnya sehingga pada hari ke-15-25 sudah keluar individu baru yang berukuran besar tetapi kulitnya masih dalam keadaan lunak. Kepiting yang berukuran kecil dengan berat 70-80 gram sangat cepat mengalami molting masa ganti kulit 15 hari. Ukuran 80-50 gram masa pemeliharaan 20-30 hari. Setelah capit dan kaki jalan kepiting lepas, kepiting akan terangsang untuk memperbaiki fungsi morfologi tubuhnya dengan cara melakukan pergantian kulit sehingga akan menjadi kepiting cangkang lunak. Setelah dilakukan pemotongan kaki dan capit kepiting disiram kembali dengan air asin. Penebaran dilakukan pada pagi hari untuk mencegah stres. Setiap sekat dimasukkan satu kepiting dengan jumlah sekat yang ada di keranjang 140 sekat.

Warna kotak yang digunakan pada setiap sekat sangat dipengaruhi proses pemoltingan. Berdasarkan penelitian, kotak berwarna hitam menunjukkan hasil interaksi yang terbaik di antara warna kotak lainnya. Sifat alami kepiting yang suka terhadap lumpur dan suasana gelap  akan membantu kepiting untuk meningkatkan nafsu makannya sehingga cepat mengalami fase ganti kulit (molting). Hasil pengamatan selama penelitian menunjukkan bahwa tingkat kehidupan kepiting yang dibudidayakan dalam kotak berwarna hitam ini menghasilkan angka kehidupan mencapai 95% dari 200 ekor kepiting dalam kotak selama satu siklus purnama dan perbani (30 hari) hanya terdapat rata-rata 8 ekor yang mengalami kematian sebelum panen. Kepiting yang mati diganti dengam kepiting yang baru dan dicatat tanggal dan saat memasukkannya ke dalam kotak hingga saat panen.

Nafsu makan kepiting dalam kotak yang berwarna hitam ternyata merupakan komunitas yang cepat menghabiskan makanannya. Dengan takaran pakan yang sama yaitu daging ikan rucah tawar 30 gram per sekali makan (pemberian ransum pakan sebanyak 3 kali sehari yaitu pada pukul 07.00 pagi, pukul 15.00 sore hari dan pukul 23.20 malam hari) rata-rata akan dihabiskan dalam waktu sekitar 4 menit saja. Kepekaan terhadap rangsang kepiting yang dipelihara sampai fase molting dalam kotak hitam menunjukkan perilaku yang sangat reaktif terhadap faktor eksternal. Hasil uji untuk memperoleh data mengenai kepekaan terhadap gangguan dengan menggunakan potongan kayu pada saat pemberian pakan menunjukkan bahwa seluruh kepiting langsung bereaksi untuk mencapit potongan kayu dengan kedua sisi bagian capitnya. Laju kecepatan molting kepiting dalam kotak berwarna hitam rata-rata mencapai fase molting dalam waktu 14 hari.

Sunday, April 29, 2018

CARA PEMIJAHAN BUATAN IKAN PATIN

1. Persiapan
a) Persiapan Induk
Sebelum kegiatan pemijahan dilakukan, anda harus mempersiapkan jumlah induk yang akan disuntik. Anda juga perlu membuat target pada setiap kegiatan pembenihan. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga produksi yang berkesinambungan baik dalam segia jumlah maupun kualitas benih yang akan dihasilkan. Faktor utama yang membatasi jumlah induk yang akan digunakan adalah fasilitas penetasan telur yang berupa corong penetasan dan perawatan larva yang berupa bak fiber, akuarium ataupun kolam. Kelebihan kapasitas telur maupun larva akan menyebabkan rendahnya daya tetas telur dan tingkat kelulushidupan larva, sehingga sangat penting bagi pembenih untuk memperhitungkan jumlah target produksi dengan fasilitas-fasilitas pembenihan yang dimilikinya. Setelah diketahui jumlah induk yang akan direncanakan untuk disuntik maka 2 (dua) hari sebelumnya induk dipuasakan terlebih dahulu. Jika induk tidak dipuasakan dan dipaksakan diseleksi maka akan dapat menyebabkan induk luka dan stress, yang akhirnya akan menyebabkan gagalnya ovulasi telur.

b) Persiapan Alat dan Bahan
Langkah awal yang sangat penting dalam kegiatan pembenihan adalah persiapan. Langkah-langkah dalam persiapan meliputi perencanaan, pengecekan kondisiperalatan pemberokan atau inkubasi induk, pendataan, pengecekan, terhadap kesiapan dan kelayakan kondisi peralatan dan bahan yang digunakan.

2. Seleksi Induk
Seleksi induk merupakan langkah awal dalam usaha pembenihan. Langkah ini sangat menentukan keberhasilan pembenihan secara keseluruhan sehingga harus dilakukan secara teliti dan akurat berdasarkan plastic yang sudah ditentukan.

Pada umumnya, induk ikan patin betina yang telah matang gonad memiliki ciri-ciri yang mudah dibedakan dengan induk betina yang belum dewasa. Postur tubuh induk betina cenderung melebar dan pendek, perut lembek, halus dan membesar ke arah anus. Urogenital membengkak dan membuka serta berwarna tua. Sedangkan postur tubuh induk jantan plastic lebih langsing dan panjang, apabila bagian perut dekat lubang kelamin diurut akan mengeluarkan cairan putih kental (cairan sperma).

Untuk menjamin pemilihan induk betina matang gonad, dapat dilakukan dengan pengukuran diameter telur dan pengamatan pergerakan inti sel telur. Proses ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pengambilan telur menggunakan kateter atau kanulator dari kantung telur. Telur yang sudah diambil diletakkan pada larutan sera untuk mengukur diameter telur dan pergerakan inti sel di bawah mikroskop. Telur dari induk yang sudah matang gonad ditandai dengan ukurannya yang seragam, memiliki diameter lebih dari 1,0 mm dan pada larutan serra > 80% inti sel bergerak ke pinggir.

Satu hari sebelum proses seleksi induk dilakukan induk dipuasakan, induk ditangkap dengan cara dijaring dan diserok satu persatu diseleksi untuk kematangan gonadnya. Seleksi pertama dilakukan secara visual di kolam yaitu dengan mengamati dan meraba bagian perut betina dan urogenitalnya. Apabila secara visual induk betina matang gonad maka induk dipindahkan ke bak inkubasi induk untuk persiapan penyuntikan. Namun apabila induk betina tidak matang gonad maka induk langsung dilepaskan kembali pada kolam pemeliharaan induk.
Pengurutan perut 

Induk jantan juga diseleksi dengan mengurut bagian perut ke arah anal jika keluar cairan putih kental maka induk jantan tersebut terpilih untuk dipijahkan, induk jantan terpilih dipindah kebak inkubasi.

3. Penyuntikan Hormon

Penyuntikan hormon

Pemijahan dilakukan secara buatan melalui pemberian rangsangan untuk proses pematangan akhir gonad. Pengurutan untuk proses pengeluaran telur dan pembuahan dengan mencampur sperma dan telur. Bahan yang digunakan merangsang ovulasi pada ikan patin yang sudah dikenal seperti ovaprim, HCG dan hipofisa ikan mas. Dalam petunjuk ini akan dijelaskan penggunaan ovaprim. Faktor yang paling penting mempengaruhi keberhasilan proses ovulasi adalah manajemen harian induk untuk mencapai kematangan gonad yang cukup.

Hormon tang digunakan adalah ovaprim, standar dosis ovaprim yang diberikan untuk induk betina 0,5 ml/kg sedangkan untuk jantan adalah 0,2 ml/kg (bila diperlukan). Penyuntikan dilakukan sebanyak dua kali pada bagian intramuscular di punggung atas kanan/kiri sudut penyuntikan 45o, dengan interval waktu penyuntikan pertama dan kedua sekitar 6-12 jam. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3 bagian dari dosis total dan sisanya 2/3 bagian lagi diberikan pada penyuntikan kedua.

Setelah penyuntikan kedua, 6-8 jam kemudian dilakukan pengecekan ovulasi induk, pengecekan ini akan menentukan saat pengeluaran telur untuk proses pembuahan. Apabila pengeluaran telur dilakukan sebelum ovulasi (terlalu cepat waktu), maka pengeluaran telur tidak akan lasti dan biasanya persentase keberhasilan pembuahan akan rendah. Namun apabila terlalu lambat, pembuahan biasanya juga gagal karena air sudah masuk ke dalam kantung telur yang menyebabkan lubang mikrofil pada telur sudah tertutup. Pengecekan ovulasi dilakukan dengan cara melakukan pengurutan pada bagian dekat urogenital secara perlahan dan hati-hati. Ovulasi sudah tercapai bila sudah tercapai bila sudah ada sedikit telur yang keluar sehingga pengurutan secara keseluruhan dapat dilanjutkan untuk proses pembuahan.

Media tempat penyimpanan indukan yang telah disuntik haruslah ideal,dalam arti bak harus tertutup dan bak mandi berbentuk bulat dengan ketinggian lebih dari 1 meter, ini bertujuan indukan yang telah disuntik tidak stress yang berakibat pada kualitas telur. Biasanya setelah 6 - 12 jam setelah penyuntikan ke 2, ikan siap di striping telurnya untuk diaduk dengan sperma yang telah dicampur NaCl.

Untuk budidaya fase pembenihan ini haruslah pada area/lokasi yang steril. Sedangka media untuk tebar telur menggunakan aquarium, fiber atau bak tembok, dan ini kondisi suhu dan kebiasaan si pembudidaya.

Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran /luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m2 dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan las dengan pralon dan pengeluarannya las juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.

4. Striping
Jika induk siap ovulasi, tahapan selanjutnya adalah striping, proses striping sampai memasukkan telur ke dalam corong penetasan harus dilakukan dengan cepat dan lembut. Oleh karena itu persiapan peralatan harus dilakukan dengan teliti sebelum kegiatan pembenihan dimulai.

Setelah 6 (enam) jam setelah penyuntikan kedua dilakukan pengecekan terhadap induk betina dilakukan pengecekan terhadap induk betina apakah sudah ovulasi atau belum, langkah pertama yang dilakukan adalah pembiusan terhadap induk. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan dalam proses pengecekan dan mengurangi tingkat stress pada ikan. Pembiusan dilakukan dengan menggunakan "benzocaine" dosia 100 ppm.

Setelah induk terbius langkah selanjutnya adalah pengecekan ovulasi, ovulasi dilakukan dengan cara mengurut perut induk ikan dari arah perut ke lubang genital , langkah ini dilakukan dengan hati-hati, waktu striping yang tepat adalah pada saat telur keluar ketika dilakukan pemijatan yang lembut pada bagian perut dan jangan melakukan pijatan yang keras atau dipaksakan. 
Striping harus dikerjakan dengan hati-hati

Apabila induk belum ovulasi maka dilakukan penimbangan berat induk dan kanulasi dengan kateter. Adapun tujuan dan penimbangan tersebut adalah untuk mengetahui ada tidaknya penambahan berat pada induk, apabila berat induk bertambah maka dimungkinkan ada perkembangan telur tetapi lambat, sedangkan tujuan dari kanulasi adalah untuk melihat perkembangan oosit. Menimbang induk dan kanulasi ini baik dilakukan apabila memungkinkan. Namun bukanlah suatu keharusan, apabila induk belum juga ovulasi maka kegiatan pengecekan tersebut dilakukan lagi setiap satu jam. Apabila saat pengecekan induk sudah ovulasi maka segera dilakukan pengurutan/striping telur.

Setelah semua telur habis distriping maka telur yang dihasilkan tersebut ditimbang total untuk mengetahui jumlah telur yang dihasilkan maka diambil lasti sebanyak 1 gram. Telur kemudian dihitung jumlahnya dan kemudian dikalikan dengan berat total telur.

Penimbangan berat total dan sampling telur adalah mengetahui jumlah telur dan untuk mengevaluasi suatu kegiatan pembenihan. Walaupun untuk tujuan produksi kegiatan ini tidak selalu harus dilakukan. Namun penimbangan untuk mengetahui jumlah telur yang diperoleh sangat disarankan untuk mengestimasi hasil panen dan mengevaluasi kegiatan pembenihan.

Pada saat yang bersamaan diambil juga sedikit lasti sperma induk jantan untuk diamati kualitasnya di bawah mikroskop. Pengamatan kualitas sperma dilakukan dengan cara mengambil satu tetes lasti sperma di atas objek glass kemudia lasti tersebut ditetesi air segar. Pengamatan di bawah mikroskop dilakukan bertepatan dengan diteteskannya air. Sperma yang kualitasnya baik adalah yang spermatozoanya bergerak aktif ketika diteteskan air.

Dengan cara yang sederhana evaluasi kualitas sperma dilakukan demgan menggunakan beberapa jantan yang matang. Gonad yang mengrluarkan cairan sperma putih kental dengan mudah ketika diurut/distriping. Jika pengelolaan induk cukup baik biasanya induk jantan  yang matang lebih mudah diperoleh lasticm induk betina matang gonad. Setelah diketahui kualitas sperma baik maka dilakukan atriping pada induk jantan untuk mengambil spermannya, sperma yang keluar ditampung pada wadah yang telah berisi telur. Striping untuk memperoleh sperma dilakukan dengan pijatan tangan sepanjang posisi testis pada abdomen jantan.

5. Inseminasi Buatan
Pembuahan buatan dilakukan dengan cara mencampur telur dan sperma dengan larutan sodium 0,9% dan diaduk secara perlahan menggunakan bulu ayam. Tujuan pencampuran larutan sodium ini adalah untuk mengencerkan sperma agar sperma dan telur dapat tercampur secara lebih merata.

Setelah diaduk secara merata dan telur terbungkus oleh sperma, langkah selanjutnya adalah pencampuran larutan tanah merah yang berguna untuk menghilangkan daya rekat telur kemudian diaduk sempurna hingga telur tidak menempel satu sama lain. Untuk menghilangkan larutan tanah merah pada telur dilakukan beberapa kali pembilasan menggunakan air bersih hingga telur bersih sempurna. Telur yang telah bersih kemudian siap untuk dimasukkan dalam corong penetasan.

Telur yang telah netes pada media aquarium, fiber ataupun bak haruslah di sipon atau dibersihkan dari kotoran yang berasal dari cangkang telur atau telur yang busuk dan tidak menetas. Ada hal yang harus diperhatikan yaitu ketika telur sudah menetas kita pun harus segera menyiapkan pakan, dimana pakan yang biasa diberikan adalah Artemia.

6. Pemanenan Larva
Larva mulai menetas setelah kurang lebih 20 jam setelah inseminasi. Larva menetas tidak bersamaan tetapi secara bertahap. Pemanenan larva dilakukan 24 - 28 jam setelah inseminasi. Larva yang menetas di dalam corong penetasan akan bergerak mengikuti aliran air ke dalam bak penampungan dimana dalam bak telah dipersiapkan dipasang hapa halus untuk 
Hapa halus untuk menjaring Larva

menampung larva kemudian larva dipanen dengan cara diambil dengan seser halus secara hati-hati dan perlahan.



JENIS PENYAKIT IKAN GURAME


Gurame yang sudah terjangkiti penyakit

Kehadiran parasit yang menimbulkan penyakit dalam kolam Gurami bukan merupakan berita baru. Hampir setiap kolam, baik yang dikelola dengan baik maupun yang kurang mendapat perhatian dari pemiliknya, pernah disinggahi parasit. Parasit biasanya akan berkembang pada kolam kolam yang subur, kolam yang kita harapkan bagi pertumbuhan dan pertambahan berat ikan. Memang , sekilas nampak koordinatif; di satu pihak kita mengharapkan dan mengupayakan kesuburan kolam semaksimal mungkin, di pihak lain justru tempat yang demikian itu memungkinkan parasit berkembang biak dengan leluasa. Kecemasan akibat kurangnya informasi yang mengupas tentang ikan gurami sering timbul di kalangan para pemula peminat budidaya ikan Gurami, yang sesungguhnya mengisyaratkan kepada kita bahwa sesungguhnya informasi tentang budidaya ikan dan hal yang terkait dengannya sangat dibutuhkan.

Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian kita lebih jauh, bekaitan dengan hal-hal yang memungkinkan satu jenis parasit berkembang dalam kolam budidaya ikan. sekalipundi atas telah disebutkan bahwa salah satu sebabnya adalah kesuburan kolam, namun bukan hanya itu, masih banyak faktor lain yang menunjang. Oleh karena itu jangan sampai kita buru-buru mengkambinghitamkan pemupukan - yang menyuburkan kolam dan khawatir kegiatan kita ini bakal dibuntuti oleh kehadiran parasit ikan.

hal-hal yang menunjang pertumbuhan parasit dalam satu kolam antara lain adalah : makanan, kepadatan ikan yang tinggi dan kualitas air yang jelek. Masing-masing dapat dijabarkan sbagai berikut : apabila dalam satu kolam ditebarkan ikan dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya (kepadatan tinggi) dengan jumlah makanan yang diberikan tidak mencukupi, maka ada kemungkinan ikan-ikan tersebut terserng penyakit. Apabila jika kualitas air yang jelek, maka lengkaplah peluang ikan terserang penyakit. Sedangkan air yang subur sbagai media berkembangnya penyakit mungkin memang sudah menjadi sifat alamnya. Mereka akan tumbuh pada tempat-tempat yang subur pada jaringan hidup ataupun mati. Upaya kita untuk mencegah perkembangbiakannya tentu tidak dapat dengan memutuskan kegiatan pemupukan kolam. Sebab hal itu masih dibutuhkan untuk menyediakan makanan alami bagi ikan. Jalan yang terbaik adalah dengan memutuskan siklus hidup parasit ini pada setiap periode tertentu, misalnya setiap kali panen ikan atau setiap kegiatan pendederan ikan. Masih banyak cara lain lagi seperti telah diuraikan pada bab-bab terdahulu.
Beberapa parasit yang sering hadir dan ditemukan di kolam-kolam gurami antara lain :

- PENYAKIT JAMUR
- PENYAKIT BINTIK PUTIH
- PENYAKIT GATAL
- PENYAKIT CACING JANGKAR
- PENYAKIT KUTU IKAN
- PENYAKIT CACAR

A) Peyakit Jamur : Jamur menyerang induk, benih-benih ikan dan telurnya. Jamur hadir sebagai akibat dari penyakit lain atau ikan sudah terluka terlebih dahulu.
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Saprolegnia. Ikan yang terserang penyakit ini  akan ditumbuhi benang halus seperti kapas berwarna putih pada tubuhnya. Kadang-kadang juga berwarna putih kecoklatan. Apabila tidak segera ditangani ikan akan kurus dan lama-kelamaan ikan akan mati.
Bebeapa saran dan nasehat untuk menghindari serangan jamur ini adalah

  1. Menjaga kebersihan kolam dan mengupayakan kualitas air-baik air yang masuk ataupun air yang berada di dalam kolam itu sendiri.
  2. Menghindari setiap penanganan (handling) yang bisa menyebabkan ikan mengalami luka-luka.
  3. Hidarkan ikan dari suhu yang rendah (dingin). Pada ikan yang yang sudah terserang parasit bisa diberikan obat "Malachytgreen Oxalate (MGO). Dan ini juga berlaku untuk telur-telurnya.
Malachytgreen Oxalate (MGO)

B) Penyakit Bintik Putih : Penyakit Bintik Putih disebabkan oleh prozoa yang sangat kecil ukurannya bernama "Ichthyopthirius mulufilis foquet". Begitu kecilnya sehingga protozoa tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ikan yang diserang Penyakit ini badannya tampak bintikk-bintik erwarna putih. Protozoa ini menjadi parasit yang sulit ditembus larutan obat. Mereka menyerang ikan di bawah selaput lendir ikan yang sebagaimana kita ketahui merupakan benteng pertahanan utama bagi ikan, sehingga apabila kita ingin efektif menggunakan obat untuk memberantasnya, tidak bisa tidak kita haus merusak selaput lendir ikan ini. Untunglah dalam siklus hidup protozoa ini mengalami paling tidak fase dan pada beberapa fase di antaranya mereka terpaksa meninggalkan tubuh ikan. Pada fase inilah sebenarnya obat diharapkan bisa menghancurkan atau paling tidak pada saat petahannya tidak dalam kondisi puncak. Menurut Buthcer (1934) seperti diuraikan Dra. Rachmatun Suyanto kehidupan Protozoa ini dijalani dalam 4 fase yang berbeda yaitu :
1. Fase parasiter : ketika menempel pada ikan, tersembunyi dalam lapisan lendir ikan, agak sulit ditembus larutan obat.
2. fase pre-cyste : Pada saat melepaskan diri dari ikan dan telah dewasa namun belum bisa membentuk cyste. Pada fase inilah mereka tidak begitu kuat pertahannya dan paling efektif bila dibantai dengan larutan obat.
3. Fase cyste : Terjadi proses pembelahan diri. Pada saat ini sulit ditembus obat karena sterbungkus dinding lendir. Pada fase ini biasanya mereka  melekat pada suatu benda dalam air. Oleh karenanya pengobatan yang dilakukan pada fase ini kurang memberikan hasil yang menggembirakan.
4. Fase Post-cyste : Fase ini di mana kawanan benih protozoa ini keluar dari cyste. Dengan kondisinya yang masih lemah mereka mudah mati oleh obat, dan akan sangat efektif membantainya pada fase ini.

Selain menyerang tubuh dan sirip ikan ternyata protozoa ini juga gemar bercokol pada insang ikan. Dibandingkan  dengan ikan-ikan yang sudah besar ternyata benih- benih ikan lebih sering terserang oleh parasit ini. Berbeda dengan jamur yang menyerang ikan di kala ikan sudah mengalami luka. Maka protozoa penyebab bintik putih ini bisa menyerang ikan yang masih sehat, terlebih bila kualitas airnya jelek bagi ketahanan tubuh ikan.

Serabngan penyakit bintik putih pada ikan dapat diidentifikasi denagn memperhatikan tanda-tanda sebagai berikut :
Ikan berenang dengan tidak bersemangat dan sering menyembulkan moncongnya ke permukaan air. Ini mungkin karena yang diserangnya adalah bagian insang, sehingga ikan tersebut merasa kesulitan mengambil oksigen dalam air dan tersengal-sengalp pernafasannya. Pada sirip, bagian badan insang ikan terlihat bintik-bintik berwarna putih. Selain itu ikan juga sering menunjukkan perilaku aneh, yaitu sering menggosok-gosokkan badannya pada benda-benda keras atau di dasar kolam. Mereka sering berenang miring. Ikan yang terserang bintik putih acap kali badannya terlihat luka disertai pendarahan di sirip dan insangnya. Seperti telah disinggung sepintas di atas, sering kali serangan bintik putih, terutama jika sudah menyebabkan luka dan pendarahan, akan diikuti oleh kehadiran jamur Saprolegnia, sehingga akan bertambahlah penderitaan ikan-ikan kita. Oleh karena itu sebelum semuanya berlarut-larut maka harus cepat-cepat dicarikan obat penangkalnya.

Untuk mengobati ikan-ikan kita yang terserang penyakit bintik putih sekaligus mencegah menularnya serangan ini pada ikan-ikan lain, maka perlu diperhatikan cara pengobatan dan pencegahannya sebagai berikut :
1. Ikan-ikan yang terserang penyakit dikumpulkan dalam tempat tersendiri dalam air yang bersih dan diberi aerasi. Kemudian sediakan larutan obat dalam 1 meter kubik air bersih dengan mencampurnya dengan bubuk "Malachytgreen Oxalate" sebanyak 0,1 gram ditambah 25 ml larutan formalin. Setelah larutan obat ini tersedia, ikan-ikan yang terserang dapat dipindahkan ke dalamnya dan dibiarkan selama 12-24 jam. Jangan lupa memberinya irigasi untuk menjaga agar kualitas air tetap bagus. Setelah habis jangka waktu ini maka ikan bisa dipindahkan ke tempat yang bersih dengan air yang juga bersih. Bila pengobatan dirasakan masih kurang-parasit terlihat belum semuanya enyah-maka pengobatan dapat diulangi lagi 3 hari kemudian, dengan larutan obat yang baru. Jangan sekali-kali menggunakan obat larutan obat yang pernah digunakan, dan jangan pula melepaskan ikan-ikan yang belum sembuh benar ke dalam kolam karena bisa menularkannya kepada ikan-ikan lain yang sehat.
2. Selain dengan menggunakan larutan obat formalin yang dicampur dengan "malachytgreen oxalate" bisa juga dipakai methil biru dengan konsentrasi 1%.

Methil biru

Pertama-tama methil biru sebanyak 1 gram dilarutkan dalam air bersih sebanyak 100 cc untuk mendapatkan larutan baku dengan kadar 1%. Kemudian ikan-ikan yang terserang bintik putih dimasukkan ke dalam bak fiberglas yang bersih dan sudah diisi air. Ke dalam bak yang berisi air ini kemudian dimasukkan larutan baku methil biru 1% dengan ketentuan setiap 4 liter air diberi 2-3 cc. Jika volume fiberglas atau bak semen yang digunakan sampai 1 meter kubik, maka larutan yang digunakan sebanyak 0,5-1 liter larutan baku. Dengan penggunaan larutan methil biru yang tidak terlalu pekat ini maka ikan-ikan yang sakit bisa direndam selama sehari semalam dengan dilengkapi pompa udara. Pengobatan diulang 3-5 kali sampai ikan-ikan terbebas dari parasit ini. pengulangan pengobatan harus dengan menggunakan larutan obat yang lain dan sama sekali tidak boleh menggunakan larutan obat bekas dipakai.
3. Garam dapur (NaCl) ternyata cukup manjur juga untuk menyembuhkan ikan-ikan yang terserang bintik putih ini. Ikan-ika yang sakit bisa diobatidengan larutan garam dapur dengan konsentrasi 1-3 gram untuk setiap 100 cc air. Karena sifat garam dapur ini sangat peka terhadapikan -sekalipun gurami lebih tahan dengan air yang mengandung garam dapur maka pengobatan hanya boleh dilakukan selama 5-10 menit.
4. Untuk pencegahan pertama maka bisa dilakukan pemberokan ikan-ikan yang tersrang penyakit bintik putih dalam bak atau kolam kecil yang mengalir airnya. Dengan pergantian air yang rutin dan agak deras diharapkan protozoa yang tidak diundang ini menjadi tidak betah. Selain itu bisa juga dilakukan dengan mengurangi padat penebaran ikan dalam satu tempat. Dengan mengurangi populasi ikan sehingga sehingga tidak terlalu padat, diharapkan penularan penyakit ini dapat dihambat dan berlangsung lambat. Namun biasanya pencegahan ini kurang efektif jika tidak diimbangi dengan adanya usaha pengobatan, karena seperti kita ketahui ada beberapa fase di mana protozoa ini dengan kuat mencengkeram tubuh ikan. Walaupun demikian dengan hanya mengobati ikan yang sakit tanpa diiringi dengan mengurangi kepadatan penebaran dan sirkulasi air yang lancar tidak jarang pengobatan menjadi kurang efektif, karena sebentar kemudian mereka akan kembali dijangkiti penyakit bintik putih ini. Maka yang paling aman adalah apabila kita mau melakukan pencegahan dan pengobatan penyakit bintik putih dengan cara seiring dan sejalan. Dengan demikian selain kita bisa mengenyahkan penyakit yang mencoba mengusik ikan peliharaan kita, kita pun mampu menjaga jangan sampai ikan-ikan yang lain atau yang telah sembuh dari penyakit terserang untuk ke dua kalinya.

C) Penyakit Gatal :  Penyakit gatal disebabkan oleh sebangsa protozoa yang berlabel "Trichodina" Sebagia literatur menyebutnya sebagai Cyclochaeta domerguei. Ukurannya kecil sekali, hanya 15 mikron. Bentuknnya seperti lonceng jika dilihat dari samping dengan mikroskop. Parasit ini menempel dan bergerak di sepanjang permukaan badan ikan. Selain ditemukan di badan ikan dan sirip seperti halnya kedua parasit tadi, mereka pun menyerang insang bila ada kesempatan. Selain sebagai parasit yang mampu menyerang sendiian,tidak jarang "trichodina" ini menyerang bersama-sama dengan parasit lain. selain ikan gurami parasit ini dikabarkan juga menyerang species ikan tawar lain dan salah satu parasit yang kosmopolit karena ditemukan hampir di seluruh perairan.

Pada tahap awal serangan parasit ini tidak menunjukkan gejala-gejala yang khas, namun bila serangannya sudah serius, akan terlihat ikan-ikan yang diserang menjadi kurus dan gerakannya lemah. Ikan yang terinfeksi ini juga menderita gatal-gatal pada sekujur badannya dan selalu berusaha menggosok-gosokkan badannya pada benda-benda keras atau dasar kolam/bak. Akibat lebih lanjut dari serangannya sering kali terlihatpada tubuh ikan yang berubah warnanya menjadi pucat dan kadang-kadang menimbulkan pendarahan. Sekalipun tidak langsung mematikan ikan-ikan yang sudah dewasa, konon ikan ini mampu merenggut nyawa ikan-ikan yang masih kecil atau benih ikan.

Sedangkan pengobatannya adalah sebagai berikut :
1. Sediakan larutan "malachytgreen oxalate dengan dosis 0,1 gram bubuk MGO, dicampurkan dalam 1 meter kubik air bersih, dan ikan-ikan yang tersrang boleh dibiarkan selama shari semalam dalamlartutan tersebut. jangan lupa membersihkan aerasi saat pengobatan dan memindahkan ke dalam air bersih setelah selesai pengobatan.   
2. Jika tidak cukup waktu menunggu sampai 24 jam, maka bisa diobati kilat dengan larutan obat yang lebih pekat. Sediakan tempat bersih yang diisi 1 meter kubik air. Kemudian campurkan ke dalam air itu larutan formalin sebanyak 150-200 ml untuk mendapatkan larutan formalin untuk mendapaktan larutan formalin dengan kekuatan 15-20 ppm. Ikan yang sakit hanya boleh dicelupkan ke dlam larutan ini selama 15 menit. Bila lebih lama dari waktu yang diperbolehkan, kemungkinan besar ikan malah akan mati, bukan karena penyakit tapi karena tidak tahan terhadap obat yang agak pekat ini. Maka hati-hatilah!
3. Bisa dengan menggunakan larutan formalin dosis rendah  (1,5-2,5 ppm) yaitu campuran 15-25 ml formalin dalam setiap meter kubik air bersih selama 24 jam.

Larutan Formalin

4. Demi suksesnya pengobatan kita, maka setelah ini sembuh bisa kembali ditebarkan ke kolam atau tempat pemeliharaan lain dengan mengurangi padat penebaran agar agar tidak terlalu sesak.  Dengan begitu andaikata masih ada bibit  Trichodina yang tersisa di kolam tidak gampang menyerang ikan dan menular pada yang lain.

D) Penyhakit Cacing Jangkar : pada kolam-klam yang subur tidak jarang terlihat ikan gurami dihinggapi parasit semacam cacing yang menempel erat pada badannya. Cacing mempunyai semacam pengait yang memungkinkannya menempel dan menghisap cairan makanan dari dalam tubuh ikan. Sepintas lalu bentuknya memang memang lebih mendekati cacing. Namun sebenarnya mereka termasuk golongan Crustacea (udang renik). Cacing jangkar yang mempunya nama ilmiah Lernaea Cyprinacea nampak jelas dilihat dengan mata telanjang karena badannya yang cukup besar. Parasit yang sudah dewasa berukuran antara 9-10 mm. Yang jantan akan mati setelah kawin sedangkan betinanya menjalani kehidupannya dalam waktu yang cukup lama berkisar 21-25 hari.

Parasit cacing jangkar ini menyerang di sekujur tubuh ikan, mulai dari badan, sirip dan insangnya. Tidak jarang merekapun menempel di mata ikan.

Ikan gurami yang terserang parasit cacing jangkar ini akan menunjukkan gejala : badan kurus karena parasit ini menghisap cairan dalam tubuh ikan. Pada waktu bersamaan serangan dari cacing jangkar ini bisa menyebabkan infeksi sekunder, misalnya saja menyusul serangan oleh jamur, virus maupun bakteri. Dan kalau ini sampai terjadi pastilah ikan kita akan makin menderita dan akan semakin sulit kita menyelamatkannya. Jika ikan-ikan sudah terlanjur sakit, maka dapat ditempuh cara pengobatan sebagai berikut :

1. Buatlah larutan formalin 25 ppm yaitu dengan jalan mencampurkan lernaea dimasukkan ke dalam larutan obat dengan sistem celup dalam tempo yang tidak terlalu lama, sekitar 10-15 menit. Pengobatan diulang sampai 2 atau 3 kali dengan selang waktu 2-3 hari sampai mereka benar-benar terbebas dari cacing.

2. Untuk mengobati lernea di kolam dapat digunakan Dipterex atau Sumithion 50 EC dengan takaran 1cc/meter kubik air.

Dipterex atau Sumithion

3. Untuk mencegah agar mereka tidak bebas masuk ke dalam kolam, maka pada pintu pemasukan bisa dipasang filter tumpukan ijuk dan kerikil.Namun biasanya kalau penyaring (filter) ini langsung berada di depan pintu pemasukan air, aliran air akan lambat selain juga penggunaannya kurang efektif.Sebaikanya dibuatkan bak filter khusus yang mampu menampung menyaring air yang akan masuk ke dalam kolam. Saringan pada pintu air biasanya lebih ditujukan untuk ikan-ikan kecil seperti ikan seribu agar tidak masuk ke dalam kolam karena sering kali mereka membawa serta lernea ini.

E) PENYAKIT KUTU IKAN : kutu ikan ini tidak lain adalah binatang sebangsa udang renik yang disebut Argulus indicus. Bentuknya pipih dengan ukuran 6-7 mm pada kutu jantan hanya 4-5 mm kutu betina dan berwarna abu-abu. Kutu ikan sudah lama diketahui  parasiy yang banyak merugikan karena sifatnya yang menghisap cairan tubuh ikan.

Selain pada tubuh dan sirip ikan, tidak jarang mereka juga menyerang insang. Dengan alat penusuknya, mereka akan melukai tubuh ikan dan kemudian akan menghisap cairan tubuh dan darah dengan alat penghisapnya. Ikan-ikan yang terserang dapat dikenali, karena permukaan tubuh mereka ditempeli oleh udang renik berwarna abu-abu ini. Pada tahap awal mungkin parasit ini akan menyebabkan ikan menjadi kurusseolah-olah kurang makan, namun lama-kelamaan ikan bisa mati karena darah dan cairan tgubuhnya habis. Pada tahap awal serangannya, apabila jumlahnya baru beberapa ekor dan yang diserangnya induk gurami, mereka bisa diambil satu persatu dengan menggunakan pinset. Bila mereka menyerang induk dalam jumlah yang cukup banyak dan juga benih-benih yang berukuran tanggung, maka tidak ada jalan lain kecuali harus mengobatinya dengan larutan obat yang cocok.Untuk maksud itu bisa dipergunakan cara sebagai berikut :
1. Sediakan larutan garam dapur dengan konsentrasi 2% yaitu dengan cara mencampur sampai rata sebanyak 20 gram garam dapur (NaCl) ke dalam air 1 liter air bersih. Bila digunakan bak dengan



Garam Dapur (NaCl)

kapasitas 1 meter kubik, maka garam dapur yang diperlukan sebanyak 20 kg. Ikan-ikan yang dihinggapi parasit ini bisa dicelupkan dalam larutan obat selama 5 menit.

2. Bisa juga dipakai Dipterex dengan dosis 0,4 - 1  ppm dalam waktu 24 jam. Caranya ialah dengan mencampurkan sebanyak 0,5 - 1 ml dipterex ke dalam air 1 meter kubik air bersih.

3. Kalium Permanganat (KMnO4) atau Permanganat kalicus (PK) dapat juga dipakai untuk mengenyahkan parasit ini. Sediakan air bersih dalam bak semen atau fiberglas dan ukur volumenya. Buatlah larutan PK dengan dosis 100 ppm (dengan mencampur 100 gram bubuk PK dalam 100 liter air bersih) dan masukkan ikan yang sakit ke dalam larutan itu selama 10 menit.

F) PENYAKIT CACAR : Peyakit cacar umumnya menyerang gurami pada saat musim kemarau, di saat permukaan air dalam kolam turun. Penyebab penyakit cacar ini adalah bakteri. Mereka menyerang hampie semua jenis ikan hias air tawar.

Ikan yang terserang penyakit ini menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut :
- Permukaan badan terutama perut, dada dan pangkal sirip berwarna merah dan berdarah.
- Kulit tampak melepuh dengan sisik hilang sebagian atau rusak.
- Insang rusak, warnanya berubah dari merah darah menjadi keputih-putihan atau keabu-abuan.
- Lendir banyak hilang sehingga tubuh terasa kasar dan gerakannya menghentak-hentak.
- Seluruh sirip tanpa kecuali tampak rusak dan pecah-pecah.
- Ikan lemah dan kurang nafgsu makan, keseimbangannya goyah dan gerakannya lamban.
- Usus rapuh dan hatinya berwarna kekuningan.

Ikan yang sudah parah biasanya tidak bisa disembuhkan dan harus dimusnahkan dengan jalan dibakar atau dikubur dalam-dalam. Bila belum terlalu parah bisa diobati yaitu caranya sebagai berikut :
1. Ikan-ikan yang sakit ditampung dalam wadah yang bersih (bak semen atau fiberglas) kemudian diberi larutan PK sebanyak 20 gram untuk setiap meter kubik air. Ikan-ikan diobati selama 30 - 60 menit dengan pengawasan penuh. Kemudia ikan dipindahkan ke dalam tempat yang bersih. Dan bila belum membaik juga, maka pengobatan dapat diulang 3-4 hari kemudian.

2. Induk-induk yang terkena serangan penyakit cacar ini bisa diobati dengan menyuntikkan menggunakan obat antibiotik Oxytetracylin HCL (misalnya Terramycin) dengan dosis 25 mg per Kilo gram berat induk. Penyuntikan bisa dilakukan pada punggung dan perut.

Terramycin

Bila ingin menyuntik pada perut perlu kehati-hatian ekstra karena salah-salah bisa menembus bagian dalam perut dan mengenai gelembung renang atau organ penting lainnya di dalam rongga perut. Yang dimaksudkan penyuntikkan pada bagian perut ini adalah penyuntikan pada otot atau daging perut. Sedangkan penyuntikan pada bagian punggung lebih mudah dilakukan karena kita tahu daging atau otot daerah punggung lebih tebal.