Labels

Showing posts with label Dunia anak. Show all posts
Showing posts with label Dunia anak. Show all posts

Friday, May 4, 2018

KECERDASAN DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI



Wendy Bachtiar adalah sahabat saya. Sejak kecil, dia berkeinginan kuat menjadi tentara. "Pokoknya, kalau tidak jadi tentara, ya jadi polisi", ujarnya suatu waktu ketika kami sama-sama kuliah.

Setamat SMP, Wendy kecil nekat mengikuti seleksi masuk tamtama kelompok tentara dengan pangkat paling rendah di kesatuan Brigade Mobil Kepolisian, walau akhirnya gagal pada psikotest. Selepas SMA, dia mencoba peruntungan di Akademi Kepolisian dan gagal pula pada test yang sama. Saat menginjak tingkat pertama di institut keguruan, dia tetap meluangkan waktu untuk ikut seleksi masuk Akademi Kepolisian walaupun hasilnya masih tetap gagal dalam psikotest. Terhitung telah tiga kali dia gagal pada test yang sama.

Pascawisuda dari institut keguruan, sahabat saya ini tetap merajut keinginannya untuk berkiprah di dunia militer atau kepolisian. Dia pun mengikuti seleksi masuk militer bersamaan saat dia diterima sebagai dosen pada jurusan kepelatihan Fakultas olahraga. Di luar dugaan dia berhasil lolos psikotest. Dan hebatnya dari hasil psikotest tersebut, sahabat saya ini direkomendasikan masuk udara masuk Angkatan Udara.

Selepas pendidikan,dia lulus dengan pangkat Letnan Dua Paskhas (Pasulan Khas) yaitu pasukan tempur Angkatan Udara dengan baret khas berwarna jingga. Selama menjalani karir militernya, dia terpilih menjadi anggota pasukan penerjun payung, tentunya juga setelah mengikuti psikotest. Dia juga terpilih sebagai anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) lembaga intelijen nasional yang merupakan gabungan berbagai angkatan di militer kita, juga setelah lulus psikotest.

Kisah yang lain, setelah mengikuti psikotest untuk penjurusan di sekolahnya, Erwida Maulia disarankan untuk mengambil jurusan di bidang sains. Ketika kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), dia memilih jurusan Farmasi ITB, dia kemudian melanjutkan sekolah profesi apoteker. Namun, karena kekuatan kemampuan linguistik, dia nyebrang ke dunia tulis menulis (sebagai seorang jurnalis), dunia yang sejak kecil disenanginya. Menurutnya, dengan menulis, dia mampu berimajinasi dan terbang mengejar mimpinya. Wendy, sahabat saya itu, belajar dari pengalamannya dalam mengikuti psikotest. Dia pun berniat kuat dan belajar sesering mungkin tentang materi-materi psikotest. Bisa dikatakan, Wendy mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk mengikuti seleksi itu. Sementara itu, Erwida memiliki minat di bidang tulis-menulis sejak masih di sekolah dasar. Dia sangat senang membaca dan menuangkan amjinasinya dalam bentuk tulisan, walaupun pada akhirnya dia lulus juga sebagai sarjana farmasi.

Timbul pertanyaan,mengapa test IQ tidak dapat secara jitu memotret kecenderungan kecerdasan seseorang ? Jawabannya : kecerdasan bersembunyi di balik respon otak. Oleh karena itulah, Fuller Torey, yang dikutip pasiak, menegaskan bahwa otak adalah begian tersulit yang dipelajari. Setidaknya, para ahli yang bergelut di bidang kepribadian dan kecerdasan seperti Edward Thorndike, menegaskan bahwa kecerdasan adalah kemampuan individu untuk meberikan respon yang tepat, bahkan terbaik, terhadap stimulus yang diterimanya. sementara, Edward Gardner dalam frame of mind menyebutkan bahwa faktor lingkungan, perkembangan budaya, kebiasaan, kemampuan berpikir dan bertindak kreatif, serta kemampuan memecahkan masalah menjadi alasan utama bahwa kecerdasan tidak dapat dinilai dalam wujud angka. Dengan demikian, bisa dikatakan sifat kecerdasan adalah dinamis, yang membuat Wendy dan Erwinda, dalam kisah tadi, menemukan kondisi akhirnya.

Seorang dengan pendidikan sarjana belum tentu sesuai dengan bidang kesarjamaannya ketika bekerja. Mungkin saja, seorang sarjana komputer tidak bekerja sebagai ahli komputer, tetapi bekerja sebagai penjual pulsa elektronik dan pereparasi telepon seluler, yang membuatnya menciptakan lapangan kerja sendiri. Atau seorang sarjana pertanian lulusan IPB bekerja sebagai konsultan keuangan di lbaga asuransi, bukan karena dia tidak terima kerja di mana-mana, melainkan dia merasa lebih pas bekerja dengan kekuatan jaringan relasinya.

Intelegensi atau kecerdasan tidak bersifat abadi atau statis dalam kehidupan manusia. Kecenderungan kecerdasan seorang anak dari pedalaman Papua yang terisolasi dan dibesarkan oleh keluarga Jendral militer, akan mengikuti pola kebiasaannya. Begitu pula sebaliknya, kecenderungan kecerdasan seorang anak profesor yang dibesarkan oleh suku Anak Dalam di Jambi, akan mengikuti pola kebiasaan suku tersebut. Ini terbukti falam acara Kick Andy. Bayi seorang Wanita miskin di Jawa Tengah diadopsi oleh pasangan bule, lalu dibeaarkan di Jerman. Ketika dewasa, postur sang bayi, lebih tinggi daripada orang tua dan saudara kandungnya. Mengenyam pendidikan tinggi, serta tampil lebih modern, walaupun dengan bahasa indonesia yang tidak fasih. Atau, misal bayi sepasang suami-istri profesor ahli peneliti di NASA, lalu dibesarkan di pelosok Merauke, tempat segalanya serba terbatas. Tujuh belas tahun kemudian, kita menemykan hal yang sangat berbeda pada turunannya.

Teori psikologi tentang kecerdasan sangatlah luas, seluas rahasia kecerdasan manusia itu sendiri. Jika para psikologi menyebut kecerdasan seseorang dapat dinilai dengan satuan angka, kecerdasan itu sendiri akan menyempit dalam makna angka tersebut.

Saat ini, perkembangan teori-teori kecerdasan bergerak ke arah yang manusiawi. Teori kecerdasan sangatlah luas, sejak ribuan tahun lalu. Pada jaman Yunani kuno, teori kecerdasan telah dimunculkan oleh plato, aristoteles, dan terus berkembang hingga kini. Fakta sebelumnya, perkembangan teori kecerdasan muthlak hanya berada dalam pembahasan psikologi. Perkembangan teori kecerdasan mutlak hanya berada dal pembahasan psikologi. Perkembangan yang pesat ini mengerucut pada pola yang sama bahwa makna kecerdasan banyak ditentukan oleh faktor situasi dan kondisi (konteks) yang terjadi pada saat teori tersebut muncul. Pada akhirnya, makna kecerdasan sangatlah bergantung pada banyaknya kepentingan eksternal dari hakikat kecerdasan itu sendiri. Kepentingan eksternal tersebut meliputi kepentingan politis, keturunan, dan keunggulan ras.

Wednesday, May 2, 2018

9 SEMBILAN JENIS KECERDASAN ANAK DAN PENJELASANNYA

9 SEMBILAN JENIS KECERDASAN ANAK DAN PENJELASANNYA
9 kecerdasan otak manusia

Otak manusia kompleks dan misterius, yang di dalamnya tersimpan kepribadian dan kecerdasan. Kecerdasan adalah anugerah Tuhan Sang Pencipta. Melalui kajian ilmiah Psikology, Gardner yang juga ahli syaraf di Universitas Harvard membuat pula klasifiksi kecerdasan, berdasarkan fakta empiris. Kemudian, pada 1999, Howard Gardner kembali menghasilkan karya intelektual berjudul Intelligence Reframed yang menyatakan bahwa otak manusia setidaknya menyimpan sembilan jenis kecerdasan yang disepakati, sedangkan selebihnya masih misteri, yaitu terdiri dari :

1. Kecerdasan Linguistik
2. Kecerdasan Logis-matematis
3. Kecerdasan Spasial-visual
4. Kecerdasan Kinestesis
5. Kecerdasan Musik
6. Kecerdasan Interpersonal
7. Kecerdasan Intrapersonal
8. Kecerdasan Naturalis
9. Kecerdasan Eksiatensialis

1) KECERDASAN LINGUISTIK (CERDAS BAHASA)

Diprediksi oleh para ahli etimologi bahwa memiliki umur yang sama dengan umur bumi. Ketika kehidupan mulai muncul, seiring itu pula kehidupan bahasa mulai ada. Pada dasarnya, bahasa merupakan media seseorang untuk menyampaikan maksud dan keinginannya kepada lawan bicara, berupa bahasa tubuh atau hanya gerakan tangan, mulai dari bahasa isyarat sampai bahasa Navajo yang hampir punah atau bahasa mekongga yang kurang dikenal di Nusantara. Bahasa hanya rangkaian kata dan kata hanyalah rangkaian yang terdiri dari huruf sehingga bahasa hanyalah rangkaian huruf yang tersusun dengan makna dan maksud tertentu yang disebut kalimat. Dari kalimatlah, peradaban dan kebudayaan manusia dibentuk.

Definisi bahasa menurut Jan Van Der Putten adalah sebagai alat komunikasi yang terdiri dari kata-kata dan diatur oleh suatu perangkat dan konvensi, serta diidentifikasikan oleh suatu kelompok pengguna di suatu wilayah geografis yang merujuk kepada penggunanya sendiri. Dengan demikian pada dasarnya bahasa atau ilmu bahasa (linguistik) secara kebudayaan mewakili entitas sosial kemasyarakatan.

Orang yang mempunyai kemampuan berbagai bahasa, dia bisa saja menjadi diplomat, penerjemah sehingga dia bisa keliling dunia.

Mereka yang lihai menggunakan kata dan kemampuan mengolah kata dalam berpidato atau menulis dikatakan punya modal dasar kecerdasan linguistik.

2) KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS (CERDAS ANGKA)

Angka adalah simbol bilangan. Kumpulan dan deretan angka, atau simbol pada bilangan, disebut matematika. Dengan segala kearifan, para ilmuwan telah menyandinglan matematika dengan logika. Mengapa matematika harus disandingkan dengan logika ? Menurut Aristoteles--yang juga penemu logika--dasar logika yang benar dan salah dibangun atas dasar dan kerangka argumen, validitas, bukti, definisi, dan kosistensi. Semenjak kehidupan masih sangat primitif, bahasa-bahasa bilangan telah ada seiring kehidupan itu ada. Konsep bilangan hadir dipikiran manusia, setua kemunculan manusia itu sendiri. Dan hingga abad pertengahan, abad-19 dan abad ke-20, kebudayaan Arab dan Eropa menambah bidang kajian ini sampai meliputi perkembangan bidang logika matematika.

Semua peradaban punya kepercayaan yang berhubungan dengan angka. Bangsa Assyria dan Babylonia mengidentifikasikan objek-objek astronomi dengan bilangan, misalnya Venus dengan 15 dan bulan dengan 30. Sementara, bangsa Yahudi mengeramatkan angka 40. Kepercayaan ini masih bertahan hingga saat ini, mulai dari Ronald Reagen yang menukar alamatnya di California sekedar untuk menghindari nomor triple 6.666 sampai pada kepercayaan mistis Jawa, yang mengeramatkan kamar hotel bernomor 13 sebagai tempat menginap Nyi Roro Kidul, Penguasa Pantai selatan.

Kecerdasan logis-matematis melibatkan banyak komponen : perhitungan secara matematis, berpikir logis, nalar, pemecahan masalah, pertimbangan deduktif, dan ketajaman hubungan antara pola-pola numerik. Kecerdasan logis-matematis menurut Gardner bukanlah kebutuhan yang superior dibandingkan dengan kecerdasan-kecerdasan lain. Kecerdasan pada dasarnya sama dan tidak saling mengalahkan atas yang lainnya. Setiap kecerdasan mempunyai mekanismenya sendiri serta setiap kecerdasan punya prinsip inti tersendiri.

3) KECERDASAN SPASIAL-VISUAL (CERDAS RUANG DAN GAMBAR)

Bagi anak-anak, terutama kategori berusia dini, menggambar adalah satu-satunya aktivitas yang menggembirakan dan mengasyikkan. Tidak percaya? Tengoklah anak anda yang berusia 2-7 tahun. Bagi mereka, menggambar adalah hal yang paling digemari dan sering dilakukan, baik saat senggang, bermain, atau belajar.

Nisrina Salsabila, memulai belajarnya dengan menggambar dan saat belajar yang dilakukakan juga menggambar. Suatu kali, umi Nissrina memberi tahu anaknya, "sebelum menggambar, sebaiknya melihat dahulu bentuk pohon, warna pohon, warna awan, warna rumput, dan model rumah, lalu gambarlah semuanya sesuai aslinya".

Karena menggambar adalah dunia anak, hasil gambar Nissrina pun sangat bagus. Seterusnya, hal demikian dilakukan dengan rutin dan seksama. Tiga bulan kemudian, Nissrina mengikuti riset kecerdasan atau multiple Intellgence Research (MIR) dengan hasil kecinderungan kecerdasan utama adalah spasial visual : menggambar memang berhubungan dengan spasial-visual.

Sarah tampak tidak bersemangat, prestasi sekolahnya tidak membanggakan karya ilmiah yang disusunnya tidak menunjukkan kemampuam sesungguhnya. Selama tahun-tahun awal di sekolah dasar, sarah digambarkan sebagai murid yang gelisah, mengganggu, dan jarang mengingat pelajaran. Seiring waktu yang berlalu, saat Sarah di kelas lima, gurunya mengizinkan Sarah untuk menggambarkan selama pelajaran berlangsung sehingga dia tidak hanya tenang, tetapi juga menunjukkan perhatian pada pelajaran lainnya. Kadang-kadang-kadang Sarah angkat jari untuk menjawab pertanyaan dan ingatannya menjadi tajam.

Suatu hari, ketika seorang guru sedang berbicara dengan Sarah tentang Ilmu Struktur Bumi, Sarah dengan bangga menunjukkan hasil gambarnya di kelas tadi pagi. Sebuah bahasa visual dikembangkan dan dipahami oleh gadis itu, ada gambar-gambar yang mewakili inti, kulit, dan kerak bumi dengan bentuk serta proporsi sesuai, yang ditunjukkan dengan sebuah kode artistik. Gambar Sarah menangkap esensi mata pelajaran itu sendiri.

4) KECERDASAN KINESTESIS (CERDAS OLAH JASMANI)

Dahulu atau mungkin sampai sekarang jenis kecerdasan kinestesis begitu sangat terpinggirkan. Jika suatu pertandingan antar sekolah dilombakan, siswa-siswa dengan kecerdasan kineatesis tertentu yang terpilih mewakili sekolahnya. Mereka pulang membawa piala kejuaraan dan mrngharumkan nama sekolah. Begitu perlombaan selesai, seiring waktu belajar berjalan, mereka diabaikan. Tidak sedikit dari mereka dianggap tak mampu ketika belajar di sekolah. Kepiawaiannya dalam adu kejuaraan antar sekolah tidak sebanding dengan penghargaan para guru terhadap para guru terhadap mereka.

Menurut Gardner, seseorang yang punya kemampuan menggunakan seluruh tubuh mereka atau paling tidak hanya sebagian dari tubuh, seperti tangan untuk memecahkan masalah merupakan pengembangan dari kecerdasan kinestesia. Hal inilah yang dilakukan Dr. Hiromi Shinya. Sejak kecil sebelum menjadi dokter ahli bedah, Hiromi telah mempelajari bela diri. Berkat kemampuan bela dirinya itu, Hiromi sangat terampil menggunakan kedua tangannya. Ketrampilan kedua tangan Hiromi membuatnya dapat melakukan operasi pembedahan dengan efisiensi yang luar biasa.

5) KECERDASAN MUSIK

Musik telah banyak dipakai oleh manusia sejak ribuan tahun lampau. Banyak filsuf masa lalu memasukkan musik sebagai bagian penting dalam pendidikan. Plato menyatakan bahwa irama dan harmoni bisa merasuk ke dalam jiwa dan bersemayam kuat. Sementara, Aristoteles menyebutkan bahwa kita akan mencapai kualitas karakter tertentu dengan menghargai musik. Musik memiliki sifat yang dapat menghibur, menenangkan, dan meredakan rasa takut sehingga pernah digunakan oleh prajurit untuk bergerak ke medan perang. Lebih dari itu semua, musik dengan getarannya mampu mengaktifkan transmisi syaraf listrik untuk memungkinkan lebih banyak asosiasi dendrit terjadi. Makin banyak stimulasi, makin banyak koneksi yang dibentuk untuk membuat lebih banyak asosiasi. Dengan pengetahuan yang disimpan dalam memori otak, musik mampu memicu ingatan otak kanan sehingga proses belajar mudah diingat kembali. Selain itu, kenyataan lain menyebutkan bahwa janin pun menyukai musik.

6) KECERDASAN INTERPERSONAL (CERDAS BERGAUL)

"Bekerja sama melakukan sesuatu yang tidak mungkin" merupakan kalimat yang menunjukkan prinsip kerja kecerdasan interpersonal. Ciri khas seseorang yang punya kecerdasan ini, dia merasa nyaman saat berinteraksi dengan perbedaan yang timbul, dipahami sebagai kesempurnaan interaksi. Murid dengan kemampuan ini punya kemampuan mempengaruhi teman sebaya, kadang mereka lebih menonjol dalam kelompoknya. Biasanya, mereka juga mampu menjalin interaksi dengan orang yang lebih tua atau yang lebih muda. Poin penting dari kecerdasan interpersonal lebih mengutamakan kolaborasi dan kerja sama.

Kecerdasan interpersonal berkaitan dengan orang. Secara langsung atau tidak, para guru yang mengelompokkan siswa-siswanya dalam kegiatan belajar mengajar telah mendorong untuk memunculkan kecerdasan interpersonal para siswa mereka. Akhirnya, banyak guru yang merasa tidak maksimal dalam mengajar, jika tidak mengelompokkan siswa-siswanya, baik berpasangan atau lebih dari dua orang per kelompok. Akan tetapi di sekolah-sekolah menengah, khusunya Sekolah Menengah Pertama, guru sering mendapati kelompok-kelompok siswa tadi sebagai kelompok (geng) yang berkonotasi negatif dalam interaksi sosial sebagai dampak negatif pembentukan kelompok.

7)KECERDASAN INTRAPERSONAL (CERDAS DIRI)

Kecerdasan intrapersonal atau kecerdasan memahami diri sendiri merupakan jenis kecerdasan yang cukup kompleks dan rumit sebab menyangkut hakikat dan tujuan hidup, juga paling sulit dimengerti di antara semua jenis kecerdasan. Linda Champbell menyebutkan bahwa kecerdasan intrapersonal merupakan hakikat untuk memahami diri kita sendiri yang kemudian berdampak pada pemahaman pada orang lain, yang diantaranya mencakup :
* Kelebihan dan kekurangan kita.
* Needs for achievement (kebutuhan untuk berprestasi) yang timbul dari refleksi diri, motivasi, etika/moral kepribadian, empati, dan altruisme.
* Sifat mementingkan orang lain yang ditimbulkan oleh krsadaran diri.

Tanpa sumbet-sumber batin, sulit untuk membangkitkan kehidupan yang produktif dan membahagiakan.
Pada intinya, kecerdasan intrapersonal memverukan wawasan agar kita menjadi diri sendiri, bukan membuat kamuflase diri sendiri untuk menjadi orang lain. Di antara banyak kasus, banyak orang merekayasa penampilan luar mereka untuk menjadi bukan dirinya sendiri. Pada dasarnya kecerdasan intrapersonal mengajak kita untuk merenungkan tujuan hidup sendiri dan percaya kepada diri sendiri.

8) KECERDASAN NATURALIS (CERDAS ALAM)

Berikut ini beberapa fakta yang terjadi di dunia yang ada hubungannya dengan lingkungan global :

1. Menjelang awal abad ke-21, dunia diributkan oleh peningkatan debit air laut akibatencairnya es di kutub utara.

2. Pemanasan global

3. Ketika prancis mrlakukan uji coba nuklir, sekelompok aktivis lengkungan dari green peace bentrok dengan pasukan AL Prancis.

4. Pertemuan negara-negara G-7 di Madrid diprotes secara merata oleh para aktivis lingkungan di hampir semua negara eropa barat, yang menentang penggunaan nuklir.

5. Laut di lepas pantai timur Jepang tercemar senyawa radio aktif jenis lodin-131 akibat tsunami yang menghantam wilayah Prefektur Fukusima Daichi.

Ketidakseimbangan lingkungan mengundang para pahlawan lingkungan, yaitu orang-orang dengan jiwa dan kognitifnya yang berorientasi pada keseimbangan lingkungan. Howard Gardner menyebutnya sebagai kecerdasan Naturalis.

9) KECERDASAN EKSISTENSIALIS (CERDAS SPIRITUAL)

Anak belajar sesuatu dengan melihat gambaran besar berupa perilaku terbaik atau akhlak orang-orang terdekat dan lingkungan sekitarnya. Sejak balita hingga beranjak dewasa, anak merekam, memperkaya pengetahuan dan ketrampilan hidupnya. Persis ketika si anak menonton televisi. Dengan demikian anak yang berprilaku baik sangat mungkin jika dia berasal dari keluarga dan lungkunfan yang baik. Begitu juga sebaliknya, anak yang peranfainya kasar, sangat mungkin juga dia berasal dari keluarga dan lingkungan yang kasar pula.

Kesadaran berketuhanan adalah prinsip pencarian eksitensi seseorang dalam kehidupan. Para spiritualis masa kini menyebutnya sebagai kecerdasan spiritual  (Spiritual Quotien atau SQ). Sifat kecerdasan itu sendiri selalu mencari koneksi antar kebutuhan untuk belajar dengan kemampuan dan menciptakan kesadaran akan kehidupan setelah kematian. Kondisi inilah yang disebut Gardner sebagai perwujudan kecerdasan eksistensial.

KISAH INSPIRASI ORANG SUKSES

KISAH INSPIRASI ORANG SUKSES
Kisah orang sukses
Seperti halnya hak asasi manusia, kecerdasan merupakan berkah paling asasi yang dianugerahkan tuhan untuk manusia. Dengan demikian, tak ada satu pun anak yang benar-benar bodoh dan tak ada satu pun anak yang tak punya spesifikasi jenis kecerdasan. Inilah titik pangkal alasan Howard Gardner menyebut "multiple intellgences" atau kecerdasan jamak.

Kita memang diciptakan Tuhan dengan berkah kecerdasan jamak. Ada yang ahli menjadi pemain theatre, ahli pidato (orator), pelukis, atau pelatih. Ada penulis drama atau olahragawan. Ada juga yang yang cocok menjadi ilmuwan atau peneliti. Ada lagi yang tepat bekerja sebagai pilot dan desainer; dan ada yang pas bekerja sebagai pembaca berita, penyanyi, pencipta lagu, editor buku, pedagang, tenaga pemasaran, pengacara, ahli botani (tumbuhan), dan banyak lagi lainnya. Semua jenis pekerjaan punya keanekaragaman profesi. Kita tinggal memilih jenis pekerjaan sesuai minat dan kecenderungan kecerdasan masing-masing.

"Anak yang terlahir dari orang tua miskin dan buta huruf  punya potensi untuk menjadi genius, setidaknya menjadi cerdas pada bidangnya. Sebaliknya, hal yang sama juga bisa terjadi pada anak yang terlahir dari orang tua kaya-raya dan terpelajar. Dia juga berpotensi untuk menjadi genius pada bidang spesifikasinya. Lebih jauh lagi, kita harus menyetujui bahwa kecerdasan itu bukan tunggal, melainkan jamak, serta tak berhubungan dengan peringkat kelas dan Indeks Prestasi Komulatif (IPK)."

Daniel Goleman, dalam bukunya yang berjudul Emotion Quotieny, membuat kesimpulan hasil risetnya bahwa banyak orang dengan IQ amat rendah pada akhirnya mendapat pekerjaan-pekerjaan amat kasar dan orang-orang dengan IQ tinggi cinderung menjadi pegawai bergaji besar_tetapi tidak selalu demikian.

Theodore Kaczynski, lulusan Universitas Harvard adalah anak paling genius di bidang matematika dan sains, tetapi kepandaian tidak membawanya pada keselarasan  dan kedamaian hidup. Hidupnya berakhir di penjara setelah ia menciptakan teror bom selama puluhan tahun. Walaupun isi kepala Theodore penuh dengan imajinasi matematis, dia tidak sepenuhnya mampu menjawab problematika kehidupannya.

Manny Pacquito, petinju hebat kebanggan Filipina yang dijuluki Pacman, diakui sebagai petinju terbaik yang mampu menggabungkan sabuk juara dunia dari tujuh kelas berbeda. Tentu Manny bisa dikatakan punya tingkat kecerdasan kinestesis yang sangat tinggi. Dia pun menjadi kaya dan terkenal karenanya. Prestasi tersebut mengantarkan Manny menjadi anggota Legeslatif di parlemen philipina. Manny berhasil meraih kesuksesan tersebut bukan karena kekuatan kognitifnya, melainkan melalui kekuatan psikomotoriknya.

Vici Fanny Yunita adalah lulusan Pesantren Daarunnajah Jakarta, dan telah bekerja sebagai seorang public relation di sebuah Perusahaan swasta. Dia amat menyenangi pekerjaannya. Menurutnya, berinteraksi dengan orang lain itu sangat indah. Tentu saja dia bisa berkata demikian karena, seperti yang saya ketahui, dia pandai dalam bergaul, punya banyak teman, komunikatif dan luwes dalam interaksi personal. Tak heran jika Fanny dikatakan punya kecerdasan interpersonal yang tinggi. Tapi, tentunya tidak ada yang menyangka bahwa dia pernah gagal beberapa kali dalam ujian akhir matematika ketika masih bersekolah di pesantren. Kecerdasan logis matematisnya tidak sekuat kecerdasan interpersonal yang mengantarnya menekuni pekerjaannya sekarang.

Saat masih di Sekolah Dasar, desainer terkenal asal Singapura, Ko Pin, mendapatkan tekanan di sekolah dan di rumah karena nilai matematika yang buruk dan kemampuan matematikanya dianggap rendah. Ko Pin benar-benar mengalami kesulitan belajar matematika sehingga keringat membasahi tubuhnya setiap pelajaran matematika dimulai. Dia trauma oleh perlakuan sang ibu dan lingkungan sekitarnya yang menganggap dirinya anak bodoh, malas, dan tidak akan bisa apa-apa dimasa depan. Satu-satunya kecerdasan yang ditunjukkan Ko Pin hanyalah menggambar. Suatu waktu, Ko Pin mengikuti lomba desain dan berhasil menjadi juara. Beberapa tahun kemudian, Ko Pin menjadi disainer terkenal di Singapura. Dominasi kecerdasan spesial-visual Ko Pin mengantarkan dia menemukan kondisi akhir terbaiknya sebagai desainer.

ANAK ANDA TIDAK SEBODOH YANG ANDA KIRA

Saat duduk di kelas dua SD, dia dibuat malu oleh gurunya karena belum bisa membaca. Selanjutnya, menginjak kelas empat, dia diberi label bodoh oleh guru matematika karena tidak mampu mrngalikan delapan dengan empat dengan benar. "dengan kapur tulis, sang guru menuliskan 32 di jidatnya sebagaibjawaban delapan dikali empat". Lalu di kelas lima, dia terpaksa menyanyi di depan kelas. Karena gugup, dia menyanyi dengan kata-kata tidak tepat. "garuda pancasila menjadi Garuda pancapanci". Terakhir, keluar dari kelas enam dia tidak diterima di jenjang lanjutan SMP Negeri karena nilai EBTANASnya yang kurang, walaupun akhirnya dia berhasil masuk juga setelah salah satu peserta yang lulus tidak mendaftar ulang. Saat semester awal di kelas satu SMP, dia menempati ranking 38 daro 40 siswa sehingga dihina teman sekelasnya dengan perkataan meremehkan.

Dia tidaklah sebodoh yang dikatakan orang. Dia hanyalah tidak beruntung dengan perlakuan pendidikan atas dirinya. Sebab, saat kelas satu semester dua SMP, dia tiba-tiba membuktikan dan mampu menempati urutan ke-4 dari 40 siswa, naik 34 tingkat dari semester sebelumnya. Nilai rapornya 8 untuk pelajaran matematika, biologi dan fisika yang sebelumnya mendapat nilai merah 5. Saat di SMA, dia menjadi siswa terbaik bidang kognitif di kelas yang sangat menyenangi pelajaran matematika, kimia, biologi, fisika, dan ekonomi sehingga saat kelas satu, dia menjadi asiaten guru untuk mata pelajaran kimia. Selepas SMA, dia lulus ujian masuk ke perguruan tinggi negeri. Dan saat ini, dia sedang menemukan kondisi akhir terbaiknya sebagai Kepala SMP Alam dan Sains Al Jannah kota Wisata Bogor.

Monday, April 30, 2018

CARA MENEMUKAN KECERDASAN ANAK

CARA MENEMUKAN KECERDASAN ANAK

Kadang kita mendengar seseorang berkata, "Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak malas." Menurut saya, kalimat itu ada benarnya. Satu contoh dari sekian banyak orang berakhir sukses dalam kehidupannya adalah Basrizal Koto seperti dikisahkan dalam buku Hidup Sukses Cara Sains. Semasa kecil, dia mengalami kemiskinan dan tidak berhasil menamatkan pendidikan dasarnya, yang kemudian menemukan kondisi akhir terbaiknya sebagai pengusaha. Koto, tidak menamatkan sekolah tentu bukan karena ia bodoh, melainkan karena tak punya biaya, yang mirip dengan cerita Lintang dalam Laskar Pelangi. Sesungghnya, Koto memiliki potensi kecerdasan yang besar.

Saya tak bermaksud meniadakan fungsi sekolah bahwa koto tidak perlu sekolah untuk menjadi seorang pengusaha seperti sekarang karena aekolah mampu mempercepat penemuan kondisi akhir terbaik. Sekolah atau secara umum, pendidikan bagi para filusuf, lebih dari sekedar bisa apa. Sejatnoinya, fungsi pendidikan seperti piramida terbalik, yakni ujung lancip piramida merupakan wilayah kognitif dan wilayah paling luas dan teratas adalah akhlak (afektif). Saya telah mengembangkan skema ini dalam mengembangkan model sekolah multiple intellgence, sekolah yang memegang teguh prinsip Howard Gardner.

Sekolah multiple Intellgences lebih menekankan pada proses pengajaran berkualitas daripada penerimaan murid baru yang memenuhi kuota saat seleksi dan kelulusan murid yang "tidak adil". Proses pengajaran berkualitas akan berorientasi pada "bukan sebesar apa kecerdasan anda, melainkan bagaimana anda menjadi cerdas". Sering kali, saat wawancara dengan orang tua calon murid, saya menegaskan, jika para orang tua ingin anaknya menjadi juara dengan peringkat dan nilai sempurna, maka sekolah bukan tempatnya. Kemudian, saya akan mempersilahkan para orang tua tersebut untuk mencari sekolah lain, terkadang langsung saya sebutkan nama lain sekolah tersebut. Selanjutnya, saya mrmberikan penjelasan bahwa seandainya para orang tua mencari proses pembelajaran terbaik dengan prinsip Sekolah Anak-anak juara atau sekolahnya Manusia yang mengacu pada piramida terbalik, sekolah kamilah tempatnya. Banyak orang tua calon murid akhirnya setuju dengan pilihan ke dua, tetapi tidak sedikit juga yang memilih sekolah dengan seleksi masuk ketat dan berstandar psikotes.


Semua manusia yang terlahir, dan sepanjang masih punya otak, tentunya memiliki jenis kecerdasan tertentu, apakah dia termasuk berkebutuhan khusus atau bukan. Sekolah yang nekat meneguhkan dirinya aebagai Sekolah anak-anak juara, menerima banyak kondisi keanekaragaman kecerdasan siswa. Hampir dalam setiap kelas terdapat dua anak berkebutuhan khusus dan murid dengan bermacam hambatan belajar atau slow learner, beberapa murid Dengan multi kecerdasan, serta tidak sedikit muris dengan kategori fast learner atau pembelajar cepat. Perlu anda ketahui, tidak ada murid bodoh di sekolah tersebut sehingga sekolah itu punya label tersendiri, yaitu sekolah para juara.

Jika pada dasarnya semua murid punya potensi kecerdasan yang sangat beragam, sekolah juga punya peranan utama dalam mengembangkan proses pembelajaran yang kreatif dalam mamantik minat belajar dan berpikir murid. Kika diasumsikan banyak murid yang belum mampu mengeluarkan gagasan dan idenya dengan baik, penyebabnya bisa jadi karena proses keterampilan dan idenya dengan baik, penyebabnya bisa jadi karena proses ketrampilan berpikir yang belum dimaksimalkan dalam proses belajar-mengajar.

Ketrampilan berpikir dan kesuksesan seseorang di masa depan banyak dipengaruhi oleh masa pendidikan yang dijalaninya. Prinsip guru mengajar dan murid belajar memengaruhi mandulnya ketrampilan berpikir siswa. Edward de Bono, seorang profesor fisika menyebutkan dalam bukunya, Revolusi Berpikir, bahwa sekolah punya tradisi sempit dalam mengajarkan keterampilan berpikit. Sementara itu, guru di banyak sekolah pun lebih mudah meletakkan lembar kerja murid, buku, teks, dan soal-soal di papan tulis kepada murid-murid, kemudian meminta mereka memberikan reaksi terhadap apa yang ada di hadapan mereka itu.

Keterampilam berpikir yang diungkapkan de Bono ini cinderung reaktif dan tidak masuk pada ranah berpikir operasional, sedangkan metodologi pengajaran modern lebih menekankan untuk melibatkan murid dalam berpikir oprrasional. Prinsip inilah yang disebut Elaine Johnson sebagai "contextual teaching learning" atau CTL.

ANAK ANDA PUN BISA BERMEDITASI LAYAKNYA ORANG DEWASA

ANAK ANDA PUN BISA BERMEDITASI LAYAKNYA ORANG DEWASA Meditasi adalah kegiatan yang seringkali salah dimengerti. Kebanyakan orang menganggapnya sebagai bagian dari ritual agama tertentu. Akibatnya, banyak penganut agama lain merasa "risih" untuk melakukan kegiatan tersebut. Selain itu, meditasi kadangkala disamakan begitu saja denfan kontemplasi atau konsentrasi. Bahkan sering kali digambarkan sebagai upaya untuk mencari kesaktian, mistik, klenik, atau kegiatan para penganut setan.

Banyak orang tidak menyadari bahwa asal kata kegiatan itu adalah "meditation" yang diserap begitu saja ke dalam bahasa Indonesia menjadi meditasi. Bahasa latinnya adalah "meditatio" atau "meditacioun"  dalam bahasa Prancis kuno, yang berarti a thinking over, mempertimbangkan atau memikirkan kembali. Jadi, tampak bahwa tidak asal usul yang menunjukkan meditasi sebagai ritual agama tertentu.

Di Amerika Serikat, meditasi dikenal luas di berbagai Universitas sebagai sebuah pelatihan yang sangat bermanfaat untuk kehidupan modern. Meditasi menjadi jalan keluar bagi banyak warga dunia untuk mendapatkan keseimbangan dan bahkan kesempurnaan hidup. Sebaliknya, karena anggapan dan presepsi yang salah, di indonesia meditasi hanya dilakukan secara benar oleh segelintir orang.

Apakah anak-anak memerlukan meditasi ? Sangat perlu ! Meditasi adalah suatu cara untuk mengenal diri secara utuh, baik secara jasmani maupun rohani, serta mengenal pikiran dan emosi secara lengkap. Untuk anak-anak dikenal metode Medicihild. Metode meditasi ini cukup sederhana dan mudah serta dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Berikut adalah beberapa manfaat metode ini :


  • Meningkatnya daya konsentrasi seorang anak dalam belajar.
  • Memudahkan seorang anak memahami hal-hal imajinatif yang diperlukan dalam berbagai pelajaran, seperti matematika.
  • Membantu seorang anak belajar memahami emosinya sehingga mampu mengendalikannya.
  • Menungkatnya pemahaman spiritual seorang anak karena latihan ini langsung berkaitan dengan God Spot, organ metaforis yang berada di dalam jaringan saraf otak dan berfungsi menghubungkan manusia dengan Tuhannya.


Bagaimana kita memulai latihan ini ? Sediakan waktu tertentu untuk latihan di mana anak-anak bisa duduk dengan rileks tanpa gangguan. Mintalah mereka untuk memejamkan mata dengan lembut. Usahakan punggung dan leher lurus dalam satu garis. Setelah itu, bimbing mereka dengan suara yang lembut bahwa meteka tidak perlu berkonsentrasi pada apa pun. Mintalah mereka untuk membiarkan pikiran yang berseliweran dan berganti-ganti sepanjang waktu. Biarkan semua pikiran mendapatkan pembagian perhatian yang sama ringan.

Berikut ini adalah urutan latihan MeditasiChild :


Meditasi dengan posisi sempurna


  • Duduk di mana saja, namun terasa nyaman dan sejuk.
  • Sebaiknya memakai alas bila berada di lantai yang dingin.
  • Bila latihan diadakan malam hari, buatlah pencahayaan ruangan menjadi temaram, ini akan memudahkan untuk rileks.
  • Minta anak-anak duduk dan meluruskan tulang punggung serta leher, tidak membungkuk atau melengkung, apalagi menjatuhkan leher ke satu sisi.
  • Tutup mata dan berikan bimbingan dengan suara perlahan untuk rileks serta tidak berkonsentrasi pada satu pikiran secara khusus.
  • Tidak ada doa ataupun sengaja merenungkan suatu peristiwa.
  • Bila ada pikiran yang lewat, biarkan saja secara wajar dan tidak perlu diperhatikan secara khusus.
  • Biarkan pikiran-pikiran berseliweran, tidak perlu dipedulikan atau diperhatikan secara khusus.
  • Secara umum, santai saja dan nyamankan diri sepenuhnya.
  • Perhatikan bahwa napas harus nyaman dan semakin perlahan, semakin lembut.
  • Setelah beberapa saat, berilah instruksi kepada mereka untuk membagi sebagian perhatian pada titik imajinatif di antara lubang anus dan alat kelamin, anggaplah bahwa di situ ada suatu tanda bulatan berwarna merah.
  • Berilah instruksi kepada mereka untuk bernapas dengan pikiran pada titik atau bulatan merah tersebut.
  • Kemudian mintalah mereka untuk mencoba berada di dalam tanda tersebut dan bernapas dalam satu ronde penuh, tarik dan hembus, lalu keluarkan perhatian dari lokasi itu.
  • Lalu pindahkan perhatian pada titik lain, tepat di atas pangkal alat kelamin.
  • Bayangkan gambaran titik bulatan di bagian tersebut berwarna orange.
  • Sekarang instruksikan agar anak-anak kembali bernapas satu tarik dan hembus dengan pikiran berada di dalam titik tersebut.
  • Pindahkan perhatian ke titik yang berada 3 cm di bawah pusar, gambarkan bulatan itu berwarna kuning.
  • Lalu, kembalilah melakukan satu tarik dan hembus napas wajar dengan pikiran berada dalam titik tersebut.
  • Kembali perintahkan mereka untuk memindahkan perhatian ke titik di tengah dada, tepat di antara ke dua puting payudara.
  • Gambarkan titik berwarna hijau sejuk dan instruksikan untuk bernapas satu tarik dan hembus dengan pikiran berada di dalam bulatan hijau tersebut.
  • Berikutnya pindahkan perhatian ke bagian di tengah-tengah leher bagian bawah di mana tulang berbentuk segitiga dan pindahkan perhatian ke titik itu serta gambarkan berwarna biru, lalu kembali bernapas di posisi tersebut satu tarik dan hembus. 
  • Perhatian dipindahkan lagi ke posisi di belakang kepala, tepat di tengah-tengah belakang kepala dan gambarkan titik berwarna biru keunguan, lalu bernapaslah pada posisi tersebut satu tarik dan hembus.
  • Pindahkan lagi perhatian ke posisi tepat di tengah-tengah atas kepala atau ubun-ubun dan gambarkan lokasi tersebut berwarna ungu cerah dan terang bersinar ke atas seolah-olah kepala kita terbuka, lalu bernapaslah satu tarik dan hembus napas.
  • Terakhir, kita kembali ke titik awal yang berada di antara anus dan alat kelamin di dasar tulang ekor, gambarkan lokasi itu berwarna merah terang dan lakukan satu kali tarik dan hembus napas. Selesai.

Dalam latihan di atas, mungkin saja timbul reaksi-reaksi sebagai berikut :


  • Keringat bercucuran meskipun hawa di ruangan cukup sejuk.
  • Anak-anak merasa pusing setelah latihan.
  • Rasa kesemutan di seluruh tubuh.
  • Seperti orang kedinginan, seluruh tubuh atau bagian-bagian terasa kaku.
  • Rasa panas di bagian tubuh tertentu dan rasa "mengalir" di bagian lainnya.

Reaksi di atas tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan reaksi yang umum terjadi. Mungkin ada reaksi yang bersifat personal dan tidak termasuk dalam daftar di atas, namun sepanjang tidak membahayakan secara langsung, latihan tetap bisa dilanjutkan dengan normal. Bila ada reaksi yang tidak normal seperti kejang-kejang atau bahkan pingsan, anda bisa menghubungi penulis dan mendapatkan pembimbingan pelatihan ini untuk mendapatkan petunjuk penanganannya.

Right Brain Education Training
Telp (021) 4718741 Hp 0811-965609
e-mail : rightbrn@dnet.net.id

CARA MERELAKSASI ANAK DENGAN BENAR DAN EFEKTIF

CARA MERELAKSASI ANAK DENGAN BENAR DAN EFEKTIF
Relaksasi di air

Relaksasi adalah sesuati uang biasanya tidak pernah kita pikirkan dalam kaitannya dengan masalah kesehatan, apalagi pendidikan. Kita selalu menghubungkan kata "rileks" dengan hiburan. Kita beranggapan bahwa relaksasi adalah monopoli orang dewasa. Selain itu, relaksasi juga kita persiapankan sebagai suatu kegiatan hura-hura, bebas, senang-senang. Berlibur, dan terlepas dari kegiatan rutin sehari-sehari, terutama pekerjaan.

Relaksasi sebenarnya tidaklah demikian. Relaksasi adalah pekerjaan serius. Kehidupan anak anda dan kita semua sangat tergantung pada ketrampilan kita menguasai kegiatan ini. Relaksasi berhubungan erat dengan seluruh, kelenjar-kelenjar, enzim di dalam tubuh, peredaran darah, metabolisme, sistem kekebalan tubuh dan daya intrinsik. Kegiatan ini juga berpengeruh untuk memperpanjang ataupun memeperpendek umur kita, serta pada kualitas kehidupan, karir,perkawinan, dan sebagainya.

Mengajar anak anda untuk melalukan relaksasi selama 10-15 menit setiap hari, akan membawa perubahan dahsyat pada kesehatan ataupun kualitas semudah mengucapkannya. Anda membutuhkan kesadaran dan pemahaman yang lebih terhadap berbagai aspek, kehidupan, misalnya, anda harus memahami cara kerja darah mengalir kr seluruh tubuh, apakah dari bawah ke atas atau sebaliknya atau ada pola lain. Anda harus juga meneliti, menyelidiki sendiri, bagaimana proses bernapas berlangsung. Hanya membaca buku dan menirukan seratus persen apa yang ada di dalamnya adalah pekerjaan sia-sia. Cara itu tidak akan menghasilkan apa pun.

Anda bisa melakukan proses ini dengan cukup mudah. Cukup sediakan ruang tenang yang memiliki sirkulasi udara yang baik atau ber-AC. Cari waktu terbaik sehingga tidak terganggu oleh dering telepone atau acara televisi. Aplikasi diperlukan, sediakan juga musik instrumentalia yang tenang dan mengalun. Anda bisa mencari kasetnya dengan mudah di toko dan tidak harus musik berat. Mungkin anda tertarik dengan musik kecapi suling, dengung atau gamelan jawa. Yang penting, musik itu bisa membuat anda merasa nyaman dan rileks. Jangan terpengaruh oleh iklan yang mengatakan bahwa hanya musik beethoven atau musik baroq yang mampu mencerdaskan bayi. Sangat banyak musik lokal yang bisa membawa anda masuk ke dalam situasi tertentu yang menjadi tujuan relaksasi. Intinya, musik yang dipakai bisa menuntun irama di dalam otak kita menuju suatu tingkat yang dinamakan Alpha Level, Theta Level, atau Delta Level. Ini adalah gelombang otak yang rendah dan tenang sehingga menidurkan kesadaran rasional kita, sementara kesedaran emosional dan bahkan kesadaran supra kita akan menggantikan perannya untuk berjaga.

Pertama-tama, jelaskan relaksasi ini kepada putra-putri anda. Bila mereka masih kecil, ceritakan penjelasan ini dengan bumbu yang menarik. Anda mungkin bisa menceritakan dengan perumpamaan bahwa tubuh kita ini ibarat sebuah kapal atau perahu yang sedang berlayar di lautan bernama lautan kehidupan. Seperti halnya lautan, "lautan kehidupan" ini juga serba tidak terduga. Tidak perlu cemas dan jangan senantiasa membayangkan apa yang akan ditemui di depan. Uang terpenting, kita harus memperhatikan setiap jengkal perjalanan pelayaran kita di "lautan" ini secara seksama.

Seperti ketika menyetir mobil, kalau kita terlalu jauh memandang ke depan dan tidak memperhatikan jarak yang sewajarnya di samping dan di belakang kita, bisa terjadi musibah. Begitu pula kita harus selalu menjaga agar kapal atau perahu kita dalam keadaan sempurna secara fisik. Tidak boleh bocor agar tidak miring dan terhindar dari kemungkinan tenggelam. Karena itu, dalam perjalanan, kita perlu berlabuh dan berhenti sejenak untuk melakukan pemeriksaan berkala secara seksama. Saat berhenti sejenak itulah, kita dapat menambal kebocoran dan memperbaiki layar yang mungkin sudah kaku dan sobek diterpa badai.

Keheningan saat bergenti sejenak dari keramaian "lalu lintas" kehidupan itulah yang dinamakan relaksasi. Memastikan mesin dan kita membiarkan perahu kita diam di tempat, ditahan oleh jangkar serta mengayun tenang oleh ombak-ombak kecil. Pada tahap ini, tidak ada satu pun yang ditahan, dipusatkan, atau dikonsentrasikan. Seluruhnya jeda, lepas, bebas, dan rileks.

Setelah menjelaskan semua itu, ajaklah mereka duduk di lantai uang beralas. Sebaiknya gunakan alas yang terbuat dari bahan serat alam dan bukan plastik. Gunakan karpet atau sajadah untuk menahan dingin dari lantai. Pakailah pakaian yang longgar dan nyaman sehingga tidak mengganggu relaksasi bagian-bagian tubuh kita. Anda dan pasangan anda juga harus melakukannya bersama anak-anak anda. Jangan jadikan acara relaksasi ini seperti latihan militer atau memakai cara guru mengajar di depan kelas.

Hilangkan seluruh hambatan formal dan masuklah ke dalam situasi relaksasi dalam posisi sebagai sesama ciptaan Allah. Hilangkan kebiasaan mendoktrin dan kembangkan cara-cara yang mengutamakan kesadaran pribadi.
Relaksasi di dalam ruangan sejuk

Kuncinya adalah menjelaskan, memberi kebebasan, dan kemudian mengajak mereka larut bersama-sama.

Kata-kata di bawah ini bisa direkam dulu atau langsung dipakai sebagai tuntutan. Jangan dihafalkan, anda bisa memakai kata-kata sendiri yang artinya sama. Yang penting, vibrasi, intonasi, kata-kata dan kalimat yang keluar seluruhnya harus bersifat menenangkan. Musik diperdengarkan terlebih dahulu. Lampu dipadamkan dan cukup nyalakan lampu kecil dengan cahaya remang-remang (5 watt).

"Kita akan melakukan relaksasi, melakukan jeda dan istirahat untuk seluruh tubuh kita. Pejamkanlah mata dengan ringan dan perhatikan bahwa seluruh bagian tubuh dalam keadaan nyaman dan kendur. Bernapaslah dengan teratur dan tenang. Jangan tergesa-gesa menarik atau mengeluarkan napas. Tarik napas sampai ke perut. Setelah perut menggembung, keluarkan napas sampai perut kembali mengempis. Tarik napas..perut mengembang..keluarkan napas..perut mengempis kembali. Seluruh tubuh dalam keadaan rileks. Seluruh bagian badan kendur dan nyaman. Kaki... pergelangan....tumit...jari kaki...betis rileks...lemaskan seluruh bagian kaki....hilangkan ketegangan yang ada. Jangan pusatkan perhatian anda pada apapun. Pikirkan juga harus kendur dan rileks. Jangan tegang. Kendurkan juga bagian lutut dan paha....Bagian bawah tubuh dan perut. Lemaskan seluruh bagian tubuh. Bayangkan anda menyentuh bagian-bagian tubuh dengan ujung jari dan bagian yang disentuh itu kendur, santai. Hilangkan ketegangan yang ada di bagian pundak atau leher. Kendurkan bagian-bagian di wajah. Santai, bernapas dengan tenang dan perlahan, santai, rileks. Kendurkan seluruh tubuh....."

Ucapkan kata-kata tersebut dengan perlahan, sambil anda sendiri juga melakukan apa yang diucapkan. Pakailah istilah dan bahasa sehari-hari yang akrab dengan seluruh peserta. Jangan lakukan konsentrasi apa pun, jangan berdoa atau berkomat-kamit mrmbaca mantra apa pun. Itu semua tidak perlu. Mantra dan doa termujarab adalah bahasa tubuh anda sendiri. Dan relaksasi adalah cara yang bisa membuat tubuh anda mampu berbicara. Organ-organ tubuh mampu berkomunikasi satu sama lain. Dengarkan detak jantung dan hati anda berbicara. Dengarkanlah peredaran darah anda yang mengalir pelan seperti sungai yang tenang.

Bawalah putra-putri anda memasuki situasi tenang dan santai dalam relaksasi yang menyeluruh ini selama 10 - 15 menit atau lebih. Buatlah hal ini menjadi semacam rekreasi harian yang menyenangkan, suatu acara keluarga yang asyik dan ditunggu-tunggu. Jangan memulai acara dengan meneror atau menakut-nakuti dengan berbagai cerita yang tidak ada kaitannya. Juga jangan memlesetkan acara relaksasi ini menjadi ritual keagamaan atau seremonial suatu kepercayaan supaya menjadi lebih suci atau lebih sakti dengan menambahkan doa-doa di dalamnya.

Lakukan saja langkah-langkah di atas dan anda akan mendapatkan kenyataan bahwa setelah satu minggu menjalankan hal-hal sederhana itu, pengeluaran bulanan untuk biaya pengobatan rutin akan menurun drastis dan kesehatan keluarga akan membaik secara ajaib.

Memulai latihan keseimbangan berpikir pada anak-anak dengan metode relaksasi seperti di atas sangat sederhana dan mudah. Modalnya hanyalah kemauan untuk memulai sekarang dan kemudian melakukannya secara rutin sebagai menu harian yang menyenangkan. Begitulah anda bisa memulai langkah pertama membawa anak-anak ke dalam suatu cakrawala berpikir yang sama sekali baru tentang kehidupan.




Sunday, April 29, 2018

CARA MELATIH ANAK BERPIKIR SEIMBANG

Berpikir seimbang agar hidup berkualitas

Berpikir seimbang terjadi ketika pancaindera menangkap citra suatu objek. Pancaindera ini kemudian merangsang saraf untuk menghubungkannya dengan bagian penyimpan memori di otak kita. Rangsangan tadi biasa kita sebut keinginan. Keinginan yang terkumpul dan terakumulasi kita sebut sebagai pikiran.

Pikiran ini kemudian memberi komando pada bagian-bagian tubuh motorik untuk menyatakan diri, merealisasikan diri, dan eksis dalam aktivitas kehidupan. Hal ini terjadi terus-menerus setiap detik tanpa henti "itulah kehidupan".

Bila pikiran berhenti atau keinginan menghilang, eksistensi kehidupan terancam. Dan bila hal ini berlangsung terus, kehidupan akan kehilangan eksistensinya. Manusia mati karena keinginannya untuk hidup telah hilang. Separah apapun manusia menderita sakit, dia akan bertahan bila keinginan hidupnya masih menyala. Namun, bila kemudian menyerah karena tidak lagi bisa menerima kondisi jasmaninya dan kehinginan hidupnya hilang, dia akan mati.

Istilah kematian klinis menggambarkan hal itu dengan jelas. Secara fisik, orang dinyatakan mati, misalnya karena jantungnya berhenti berdetak beberapa saat. Kemungkinan hidupnya kembali ada, sepanjang masih terdeteksi gelombang listrik di otaknya. Brain dead atau mati otak adalah keputusan final tentang mati hidupnya seseorang dalam dunia medis. Meskipun bagian tubuh lainnya tidak bermasalah, tetapi bila terjadi "kematian" otak, keputusannya jelas, mati! Hal ini bisa dilihat pada alat elektroencephalograph (EEG) yang mampu menangkap getaran frekwensi otak dalam bentuk sinyal garis dan tone. Seseorang dikatakan mati apabila alat tersebut tidak lagi menangkap sinyal getaran frekuensi otak itu.

Dengan demikian, bisa didefinisikan secara sederhana bahwa kehidupan adalah kumpulan atau akumulasi dari keinginan yabg membentuk pikiran (mind) dan berlangsung terua-menerus sebelum manusia mati. Ini berarti, nilai atau kualitas keinginan-keinginan yang kemudian terakumulasi menjadi pikiran itu sangat menentukan kualitas kehidupan itu sendiri.

Tampak bahwa pancaindera memegang peranan penting dalam mempengaruhi atau membentuk keinginan. Apa yang dilihat atau dirasakan akan mempengaruhi bentuk keinginan. Apa yang dilihat atau dirasakan akan mempengaruhi bentuk keinginannya. Bila indera pengelihatan kita menangkap citra suatu objek berwarna merah atau dipersepsikan sebagai merah dan kemudian dikirim ke otak, otak akan memutuskan untuk berbuat sesuatu dengan bertanya dulu kepada "bagian arsip" yang menyimpan memori. Ketika "bagian arsip" memberikan jawaban bahwa merah adalah tanda bahaya, otak mengolah tindakan apa yang harus diambil : melawan, lari atau menyiasati. Keputusan akan diolah dan dimplementasikan oleh bagian yang bertugas, yaitu motorik tubuh. Seperti dikemukakan di atas, seluruh proses ini terjadi dalam pikiran setiap saat.

Di dalam otak, memang telah disediakan "program-program" dengan karakter dengan karakter tertentu untuk melangsungkan kehidupan secara utuh. Program-program itu tersedia dalam kapasitas yang tidak terbatas. Yang harus kita lakukan hanyalah belajar bagaimana mengaktifkan program itu : mencari "saklar on-off" untuk menghidupkannya dan kemudian menguasai cara penggunaan saklar itu dengan sebaik-baiknya.

Bila program itu aktif dalam kapasitasnya yang optimal, apa pun yang ditangkap olrh pancaindera dan membutuhkan respons akan mendapatkan olahan yang pas dan berkualitas. Manusia pun akan mendapatkan kualitas kehidupan yang maksimal. Bahkan bukan hanya kualitas kehidupan jasmani, tetapi juga kualitas kehidupan rohani dan kehidupan sesudah kematiannya.

Berpikir akhirnya merupakan sesuatu yang sangat penting, bahkan terpenting dari seluruh kehidupan. Kehidupan, menurut saya, justru adalah pikiran itu sendiri.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa merumuskan makna berpikir adalah suatu kesia-siaan. Berpikir tidak bisa dilihat dan tidak bisa didefinisikan. Ia adalah sesuatu yang abstrak dan tidak nyata. Berpikir juga dianggap tidak ada. Beberapa orang ahli menyatakan bahwa melihat respon tingkah laku sudah lebih dari cukup dan lebih bermanfaat daripada membicarakan pikiran.

Para ahli pada sekitar tahun 1940-an merumuskan bahwa pikiran pada dasarnya adalah kognisi, yaitu kumpulan dari bahasa, memori, analisis, menghitung waktu, dan memecahkan masalah secara nyata, setahap demi setahap, serta terhitung. Gelombang pendapat ini kemudian sangat mempengaruhi cara-cara orang menjalani hidup. Dalam pendidikan formal ataupun norma-norma umum, masyarakat berpegang pada teori kognisi itu.

Pendidikan formal berkiblat sepenuhnya pada teori kognisi itu. Metode pendidikan kemudian bertumpu pada memorisasi, suatu cara mendasar di dalam otak yang sementara ini dianggap sangat luar biasa. Otak dianggap sebagai tangki kosong yang punya kemampuan menyimpan memori dan mengeluarkannya kembali secepat kilat apabila dibutuhkan. Masyarakat terkagum-kagum dengan otaknya yang ternyata memiliki kemampuan untuk mengingat-ingat semua hal yang pernah dilihat, didengar, atau dirasakan secara nyata dan fisik.

Psikologi, terutama yang berkembang di eropa, mengekspor teori ini ke seluruh dunia. Pada masa penjajahan di indonesia, teori kognitif ini disebarkan baik secara formal maupun non-formal. Teori ini dalam berbagai aplikasinya juga digunakan untuk tujuan penjajahan itu sendiri.

Namun, teori ini tidak bertahan lama sebagai teori tunggal tentang otak dan berfikir. Teori psikologi yang bermula di Jerman dan berkembang di Amerika Serikat ini akhirnya mendapatkan banyak teori tandingan. Salah satunya adalah psikologi Gestalt yang berbicara mengenai bentuk, pola, dan gambaran ruang yang bersifat menyeluruh. Kemudian, juga muncul teori affective sebagai bagian lain dari pola berpikir, di samping kognitif. Orang pun menyadari bahwa berpikir memang memerlukan suatu keutuhan karakter program, bukan semata-mata kognisi.

Gelombang pemikiran ini sebetulnya bukanlah sesuatu yang baru. Jauh sebelum masehi, orang sudah mengetahui hal ini meskipun belum dalam bentuk teori psikologi. Mereka tahu bahwa untuk mendapatkan kehidupan yang utuh orang harus berpikir secara utuh pula. Kehidupan yang utuh itu hanya bisa dicapai bila orang hidup sesuai denfan desain sang pencipta, yakni dengan tidak membeda-bedakan organ tubuh secara berlebihan dan menciptakan persepsi sendiri di luar rancangan-Nya.

Pada masa itu, para guru, Avatar, dan Master membuat latihan-latihan yang memungkinkan manusia hidup dalan kualitas maksimal, kualitas yang utuh. Berbagai tekhnik latihan, baik yang melibatkan fisik maupun psikis/pikiran dan bahkan jiwa, dirancang secara penuh dan dari masa mengalami ujian serta mendapatkan bukti keberhasilan.

Pencerahan dan berbagai bukti yang sekarang tergambar dalam kitab-kitab memperlihatkan betapa pada zaman yang masih sedemikian sederhana, ternyata banyak ritual yang mengandung tekhnologi mutakhir dan itu diciptakan oleh para nabi dalam situasi yang tak terpikirkan oleh kita saat ini. Dari mana mereka menemukan hal-hal yang mengandung tekhnologi tinggi itu ? Itulah kekuatan pikiran, daya intrinsik yang timbul karena terjadinya keseimbangan dalam pola berpikir dan berkesadaran.

Ritual-ritual sholat dalam islam, misalnya, mengandung berbagai kemampuan dahsyat untuk menghalau berbagai macam penyakit, seperti lever, masalah-masalah kardiovaskuler, dan sebagainya. Setiap gerakan sholat, setiap ucapan, vibrasi, tarikan dan hembusan nafas yang diatur sedemikian rupa, serta durasinya, seluruhnya merupakan suatu rangkaian kriya yang mengandung nilai-nilai tinggi dalam menyelaraskan jiwa, tubuh, dan pikiran manusianya.

Dalam konteks zaman dahulu, berpikir merupakan suatu cara untuk berkomunikasi dengab sang Pencipta. Mereka berpandangan bahwa berpikir berarti melakukan komunikasi dengan Hyang Widhi. Berpikir adalah suatu langkah dan cara menyadari kehidupan dan bukan justru melupakannya. Lalu, mereka mengusahakan proses berpikir menjadi suatu proses dan ritual yang tidak hanya berkesadaran rasional. Inilah berpikir yang juga melibatkan  sub-consious ataupun supra-conscious : berpikir dalam dua siai dan dua pola, otak kanan yang non-verbal dan otak kiri yang rasional.

Dalam dunia modern, berpikir seringkali hanya dianggap sebagai sesuatu yang rasional. Orang modern menganggap berpikir adalah proses yang terjadi begitu saja dan tidak terlalu perlu disadari detailnya. Bahkan orang teramat bangga bila merasa dirinya adalah manusia yang sepenuhnya berpikir secara otomatis dan mekanis kita berpikir, semakin modern pulalah kita. Berpikir juga dilupakan sebagai gambaran kehidupan dan eksistensi kehidupan itu sendiri. Dengan berpikir seperti itu, manusia kehilangan wajah aslinya. Manusia hanya menjadi sebuah manusia dan bukan seorang manusia.

Dalam bahasa Jawa, dikenal ungkapan "nguwongke wong" memanusiakan manusia atau mengorangkan orang. Ungkapan ini menggambarkan bahwa sesungguhnya banyak orang yang belum jadi orang dan betul-betul manusia. Manusia perlu di-manusia-kan lagi agar kehidupan menjadi sebuah kualitas, bukan sekedar tampilan fisik dan materi yang berbentuk manusia yang bisa bergerak, bernapas, dan doyan makan.